Setelah mendengar percakapan orangtuanya tentang masa depan Yola yang menjadi Selir Agung dan sedang hamil, sang protagonis yang tengah sekarat bertekad membalas dendam atas kehancuran keluarganya. Ia mengungkap sejarah kelam keluarga dengan rahasia Yola sebagai anak hasil pengkhianatan dan masa lalu ibunya yang penuh penderitaan. Saat perjalanan kembali ke istana bersama utusan kepercayaan Ratu, sang protagonis melepas riasan dan perhiasan mewah sebagai simbol penolakan masa lalunya. Sebuah saputangan sulaman khas keluarga menjadi petunjuk penting, meninggalkan pertanyaan besar tentang niat dan identitasnya yang sebenarnya.