Seorang kurir mengantar pesanan mahal ke puncak Gunung Ati untuk ayahnya dan disambut dengan kemarahan orang tua yang mengomel. Mereka mengejek pekerjaannya, menyebut aset keluarga mencapai kuadriliun, dan menuntut ia tidak kembali rumah selama ia tidak menganggap Jesi sebagai menantu. Kurir menegaskan sudah mengantar makanan dan meminta ulasan bagus, tetapi Pak Bram memerintahkan Budi memberi ulasan buruk dan menuduh pengiriman terlambat. Setelah penyerahan, situasi tetap tegang: ada telpon yang menanyakan 'nenek alami masalah?', meninggalkan konflik keluarga dan nasib nenek sebagai masalah yang belum terselesaikan.