Maya menghadiri upacara penghormatan atas kematian suaminya yang dipaksa dinikahinya, dan kini merasa bebas setelah kepergiannya. Saat menuju tempat lain dengan Arga, salju turun aneh di bulan Juni, dan mobil mereka kehilangan kendali. Mereka terperangkap dalam versi uji coba publik baru dari 'Era Pembekuan,' sebuah dunia ekstrem yang mengharuskan pemain bertahan hidup di suhu beku. Sistem menjelaskan bahwa permainan ini berbasis keluarga dengan tim maksimal empat orang, dan pemain tanpa kerabat akan dipasangkan dengan orang terdekat, menandai awal konflik bertahan hidup yang menegangkan.
Dalam episode ini, para pemain terjebak dalam uji coba internal sebuah gim survival di dunia bersalju yang ekstrem. Mereka harus memilih profesi dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing, seperti Prajurit Kutub yang kuat di awal tapi melemah di akhir, atau Mekanik yang bergantung pada sumber daya. Arga Wiratama, salah satu penyintas, mengejutkan dengan membuka pasif unik 'Kekuatan Abadi'. Maya meyakinkan Arga memilih profesi Ksatria Aurora sebagai pendukung. Setelah semua anggota memilih profesi, permainan resmi dimulai, meninggalkan ketegangan akan tantangan yang akan datang.
Dalam episode ini, sekelompok penyintas menghadapi suhu sangat dingin yang mengancam kelangsungan mereka. Mereka menyadari api unggun mereka terlalu kecil untuk bertahan hingga besok dan memutuskan untuk memperbaiki pondok serta meningkatkan api unggun ke level dua dengan mengumpulkan kayu dan batu. Setelah berhasil memperbaiki pondok dan menguatkan api, mereka memperluas jangkauan penghangat hingga radius 20 meter, membuat mereka yakin bisa bertahan. Sebagai hasil pencapaian ini, salah satu anggota mendapat kemampuan Jurus Terapi Es, memicu rasa penasaran tentang kemampuan unik tersembunyi mereka yang belum terkuak.
Arga menyadari kemampuannya untuk regenerasi nyawa secara permanen setelah menggunakan Jurus Terapi Es dan mengaktifkan Bakat Kekuatan Abadi. Ia bersama Maya memutuskan untuk memprioritaskan pembangunan iglo sebagai pondok level 1 agar dapat memanggil empat orang kutub untuk membantu bekerja. Arga memberikan nama pada mereka: Alfa, Beta, Gama, dan Delta, dengan Alfa sebagai kapten. Mereka membagi tugas: sebagian menebang kayu dan sebagian lagi mengumpulkan batu. Maya diarahkan mengecek kemungkinan pembangunan tungku dan bahan yang diperlukan, sambil memanfaatkan bantuan orang kutub. Ancaman dan konsekuensi dari kemampuan permanen Arga masih terbuka untuk diselesaikan.
Di episode ini, para pemain terjebak dalam dunia game bertema kiamat dingin dengan kondisi sangat dingin dan sepi. Mereka bingung mengapa tidak mengenal satu sama lain meski di satu area yang sama. Ketika Beta diserang oleh ular berbisa tingkat rendah, Maya menggunakan kemampuan Ksatria Cahaya Suci untuk menghilangkan racun tersebut. Setelah pemulihan, Beta mendapatkan efek pasif baru dari Jurus Terapi Es yang aktif permanen dan bahkan memengaruhi pelayan. Terungkap bahwa jumlah pemain akan menurun drastis setelah malam pertama, memicu ketegangan untuk bertahan hidup lebih lama.
Dalam episode ini, protagonis utama bersama dua karakter bernama Beta dan Alfa menghadapi monster ular berbisa level 2 di dunia gim. Beta yang mendapat anugerah dari protagonis kini memiliki kemampuan regenerasi tanpa batas dan loyalitas tinggi. Mereka bertarung bersama melawan ular itu, dengan Beta dan Alfa bersiap menyelesaikan pertarungan. Protagonis menggunakan jurus Bola Es untuk membunuh monster tersebut dan memperoleh pengalaman serta item berharga seperti daging dan kulit ular. Di akhir, protagonis mendorong seorang pemain lain untuk terbiasa dengan dunia gim dengan bantuan Alfa dan Beta, menandai persiapan lebih lanjut yang belum selesai.
Era Pembekuan tiba. Di suhu ekstrem minus 70 derajat, aku dan kakak iparku bertahan di sekitar satu api unggun—sebuah kehangatan tipis di lautan es. Arga Wiratama mengaktifkan satu-satunya bakat SSS, Kekuatan Abadi. Ia menimbun bahan pangan, melebur baja, mendirikan Kota Suci, dan memanggil ras asing untuk menempa zirah tempur. Dunia membeku menuju kiamat; setiap karyanya tampak menyalakan harapan. Ia merintis wilayah bak dewa, membangun benteng hidup dari dingin. Namun kebenaran menabrak: zona es yang sunyi itu bukan kuil penyelamatan, melainkan penjara alien. Pengorbanan dan pencapaian berubah menjadi pertanyaan. Siapa yang diselamatkan, sebenarnya? Di puncak semuanya, ia berteriak, "Penyelamat dunia ini, akulah orangnya!"
Era Pembekuan tiba. Di suhu ekstrem minus 70 derajat, aku dan kakak iparku bertahan di sekitar satu api unggun—sebuah kehangatan tipis di lautan es. Arga Wiratama mengaktifkan satu-satunya bakat SSS, Kekuatan Abadi. Ia menimbun bahan pangan, melebur baja, mendirikan Kota Suci, dan memanggil ras asing untuk menempa zirah tempur. Dunia membeku menuju kiamat; setiap karyanya tampak menyalakan harapan. Ia merintis wilayah bak dewa, membangun benteng hidup dari dingin. Namun kebenaran menabrak: zona es yang sunyi itu bukan kuil penyelamatan, melainkan penjara alien. Pengorbanan dan pencapaian berubah menjadi pertanyaan. Siapa yang diselamatkan, sebenarnya? Di puncak semuanya, ia berteriak, "Penyelamat dunia ini, akulah orangnya!"
Era Pembekuan tiba. Di suhu ekstrem minus 70 derajat, aku dan kakak iparku bertahan di sekitar satu api unggun—sebuah kehangatan tipis di lautan es. Arga Wiratama mengaktifkan satu-satunya bakat SSS, Kekuatan Abadi. Ia menimbun bahan pangan, melebur baja, mendirikan Kota Suci, dan memanggil ras asing untuk menempa zirah tempur. Dunia membeku menuju kiamat; setiap karyanya tampak menyalakan harapan. Ia merintis wilayah bak dewa, membangun benteng hidup dari dingin. Namun kebenaran menabrak: zona es yang sunyi itu bukan kuil penyelamatan, melainkan penjara alien. Pengorbanan dan pencapaian berubah menjadi pertanyaan. Siapa yang diselamatkan, sebenarnya? Di puncak semuanya, ia berteriak, "Penyelamat dunia ini, akulah orangnya!"
Era Pembekuan tiba. Di suhu ekstrem minus 70 derajat, aku dan kakak iparku bertahan di sekitar satu api unggun—sebuah kehangatan tipis di lautan es. Arga Wiratama mengaktifkan satu-satunya bakat SSS, Kekuatan Abadi. Ia menimbun bahan pangan, melebur baja, mendirikan Kota Suci, dan memanggil ras asing untuk menempa zirah tempur. Dunia membeku menuju kiamat; setiap karyanya tampak menyalakan harapan. Ia merintis wilayah bak dewa, membangun benteng hidup dari dingin. Namun kebenaran menabrak: zona es yang sunyi itu bukan kuil penyelamatan, melainkan penjara alien. Pengorbanan dan pencapaian berubah menjadi pertanyaan. Siapa yang diselamatkan, sebenarnya? Di puncak semuanya, ia berteriak, "Penyelamat dunia ini, akulah orangnya!"