Di Gura, konfrontasi meletus ketika seorang pria meremehkan lawannya, menyebut Bima dan menantangnya bertemu lalu mengejek dengan menyebut nama ayah lawan. Pembicara menampar korban sambil menyatakan ia mewakili ayahnya untuk memberi pelajaran karena korban mengabaikan hukum dan memanfaatkan kekuatan keluarga; ia juga menegaskan Keluarga Ligo tak bisa menyentuhnya. Ketegangan memuncak saat pistol ditarik; pembicara memprovokasi, mengatur pegangan senjata dan mengancam menembak, bahkan menyebut Felix pantas mati. Episode berakhir dengan seorang bawahan datang terlambat meminta maaf kepada "Tuan", meninggalkan ancaman bersenjata yang belum terselesaikan.