Ciel Javi, seorang pria paruh baya yang gagal menjadi kultivator setelah mengalami cedera parah di masa muda, dipecat dari pekerjaannya karena hubungan mantannya yang kini sukses menjadi kultivator. Terpuruk dan menghadapi hinaan, Ciel mulai merasakan luka lamanya kambuh. Dalam keputusasaan, dia ditawari sebuah ujian mematikan untuk mengaktifkan Sistem Bakat, yang bisa memberinya kesempatan kedua menjadi kultivator. Meski ragu dan mengetahui risiko tinggi, Ciel memutuskan menerima tantangan tersebut, menandai titik balik besar dalam hidupnya yang penuh perjuangan.
Seorang pria paruh baya yang menganggur mengaktifkan sistem kultivasi yang mempercepat peningkatan kekuatan melalui pemberian bakat level dewa setiap bulan. Pada episode ini, ia mulai menjalani latihan berdiri selama 8 jam sebagai ujian sistem dan berhasil menguasai teknik berdiri inti serta menyembuhkan luka lama dengan kitab bela diri yang dimilikinya. Meski latihan ini berat, dia bertekad untuk menjadi kultivator resmi demi keluarganya. Episode ditutup dengan tekadnya untuk memberikan kehidupan lebih baik bagi keluarga, menandai langkah awal perjuangan barunya.
Ciel, seorang pria paruh baya yang baru saja menjadi kultivator, menghadapi tekanan karena dipecat dan terancam kehilangan hak parkirnya jika tidak segera membayar uang parkir. Saat geram atas tuntutan tersebut, Ciel menunjukkan kemampuan baru sebagai kultivator dengan pelepasan energi yang mengejutkan orang-orang di sekitarnya. Konflik memuncak ketika para penagih tak percaya dengan kemampuannya, mempertanyakan apakah seseorang seusianya bisa menjadi kultivator. Episode berakhir dengan ketegangan antara Ciel dan orang-orang yang meragukan serta ancaman kehilangan tempatnya, membuka jalan bagi konsekuensi dari kemampuan barunya yang belum diketahui sepenuhnya.
Seorang pria paruh baya yang baru saja dipecat menyatakan bahwa dia sebenarnya sudah berlatih kultivasi diam-diam dan telah mencapai tingkat master. Ketika ia menunjukkan kemampuannya yang membuat orang sekitar takut, dia memutuskan untuk mendaftar sebagai kultivator resmi agar bisa mendapatkan tunjangan bulanan. Suaminya yang mendukung memberinya tabungan untuk membeli kitab teknik tingkat lebih tinggi. Episode ini berakhir dengan tekad pria itu untuk menjadi lebih hebat, meski tantangan sumber daya masih harus diatasi.
Ciel, seorang pria paruh baya yang baru dipecat, memutuskan mendaftar ke Balai Bela Diri sebagai kultivator demi masa depan keluarganya. Namun, dia mendapat ejekan dan hinaan dari orang-orang yang meremehkan kondisi fisik dan latar belakangnya. Saat bersiap mengikuti tes kultivasi tingkat akhir, Ciel menantang hinaan mereka dengan tekad kuat. Muncul Yovi Qion, kultivator tingkat atas yang dianggap ancaman serius, memicu taruhan antara Ciel dan orang-orang yang meremehkannya. Episode ini ditutup dengan persiapan tes dan ketegangan siapa yang akan memenangkan pertarungan tersebut.
Dalam episode ini, seorang pria yang baru mengaktifkan sistem kultivasi di dunia bela diri harus menghadapi mantan pacarnya dan pacar barunya dalam adu kekuatan dengan taruhannya harus menggonggong jika kalah. Meskipun awalnya diragukan, pria itu berhasil mencapai tingkat akhir ahli yang membuatnya menarik perhatian untuk menjalankan misi rahasia. Namun, ia masih menghadapi hinaan dari orang lain yang meremehkan kemampuannya. Episode berakhir dengan ketegangan saat pria tersebut menunjukkan kemampuan luar biasa yang mengejutkan semua orang, meninggalkan rasa penasaran tentang tantangan selanjutnya.
Ciel mencoba mengukur kekuatannya dengan alat pengukur energi, tapi ia belum memahami cara penggunaannya sehingga dikejekan oleh beberapa orang. Meskipun dipandang rendah sebagai pemula dan dianggap hanya bergaya, data pengukuran tiba-tiba menunjukkan kekuatan besar hingga angka maksimum alat, 400 ribu kati, yang mengejutkan semua orang. Kejadian ini memperkuat dugaan bahwa Ciel memiliki potensi tersembunyi, mengubah pandangan awal menjadi ketertarikan tersendiri. Namun, situasi ini belum sepenuhnya terungkap, meninggalkan rasa penasaran tentang kemampuan sebenarnya dan konsekuensi dari kekuatan yang terpancar.
Seorang pria diperintahkan untuk mengukur kekuatannya menggunakan tugu legendaris yang bisa mengukur hingga jutaan kati. Setelah diuji, hasilnya menunjukkan kekuatannya mencapai 720 ribu kati, setara tingkat semi agung, yang mengejutkan banyak orang dan menimbulkan keraguan. Orang-orang menduga alat itu rusak atau pria tersebut curang, meminta tes ulang dan penyelidikan dari Balai Bela Diri. Namun, seorang petugas menegaskan bahwa tugu tersebut diawasi oleh formasi khusus dan tidak mungkin ada kecurangan, menantang keraguan terhadap integritas lembaga itu.
Jono Xero, penguasa Balai Bela Diri, menegur anggota balai yang meragukan integritas Tugu Wega dan kemampuan Ciel, seorang genius bela diri dengan kekuatan tingkat semi agung. Ia memperingatkan bahwa sertifikasi akhir untuk ahli bela diri seperti Ciel harus diamati selama setahun dan melarang mereka membuat keributan lebih lanjut. Ketegangan memuncak saat Jono mengancam mencabut kualifikasi jika aturan dilanggar, namun muncul pengingat tentang taruhan yang belum selesai, meninggalkan konflik dan ketidakpastian di Balai Bela Diri.
Tuan Jono menawarkan misi rahasia kepada Tuan Ciel untuk membasmi kelompok pembunuh genius di Kota Yana dengan imbalan hadiah besar dan teknik kultivasi tingkat tinggi. Meski tergoda oleh bayaran hingga 10 miliar, Tuan Ciel memilih menunda karena urusan pribadi dan fokus memperkuat kemampuan dasar. Di tengah tawaran itu, terdengar kabar Zoe dipukul saat ujian bela diri hingga berdarah, menambah urgensi situasi. Tuan Ciel pun meninggalkan pertemuan, sementara misi berbahaya itu tetap menggantung sebagai ancaman yang harus dihadapi.