Sergio, seorang pemuda dari keluarga kaya, terlihat kelaparan dan diperlakukan buruk, dipaksa makan makanan anjing oleh seseorang yang menghina dan merendahkannya. Konflik memuncak saat William, idola kampus sekaligus mantan kekasih Felicia, muncul untuk menjemput kekasihnya. Felicia mengungkapkan cintanya yang bertepuk sebelah tangan pada William, serta kehamilannya yang membawa bayi William sementara dia merasa dikhianati. Sergio menerima hinaan dan pelecehan, namun tetap mencoba bertahan sambil mengancam untuk menggunakan uang William demi membesarkan bayi tersebut. Ketegangan berakhir dengan ancaman dan keputusan sulit yang belum terpecahkan.
Sergio terbangun dan menyadari dirinya kembali ke 10 tahun lalu, tepat pada hari ulang tahun William dan saat dia mencoba menyatakan cinta untuk yang ke-99 kalinya. Di masa lalu ini, ia menghadapi hinaan yang mematahkan harapannya. Sabrina, teman kuliah Sergio, muncul dan menunjukkan perhatian yang tulus, menegaskan bahwa hanya dia dan orang tuanya yang menerima Sergio apa adanya. Konflik muncul saat Sergio berjuang menerima kenyataan masa lalu dan hubungan rumit dengan Sabrina yang kini menjadi satu-satunya orang yang bisa diandalkan, meninggalkan ketidakpastian tentang langkah berikutnya yang harus ia ambil.
Sergio diperintahkan untuk memberikan jam tangan Jacob Danto seharga M6 miliar kepada Felicia, namun ia kesulitan menyiapkannya tepat waktu dan mendapat ancaman diabaikan jika gagal. Di tengah tekanan itu, Sergio berjuang mengatasi kegagalannya sambil berusaha menyatakan perasaannya pada Sabrina, yang membuatnya bertekad membuatnya bahagia. Sementara itu, ejekan dari orang sekitar tentang statusnya sebagai anak supir dan harapannya pada Felicia menambah beban mental Sergio. Episode ini berakhir dengan ketegangan saat Sergio menyerahkan jam tangan dan berusaha menolak rasa malu atas pengakuannya pada Sabrina, meninggalkan pilihan dan konsekuensi hubungan mereka terbuka.
Sergio mengejutkan Sabrina dengan lamarannya secara tiba-tiba dan mengaku akan memberikan hadiah dengan uang milik Felicia, yang berstatus orang kaya di kota itu. Konflik memuncak saat Felicia dan orang-orang di sekitarnya mengejek latar belakang keluarga Sergio yang sederhana dan mempertanyakan keaslian uang yang dipakai. Sergio menyatakan rasa cemburu dan kemarahannya terhadap Felicia yang pernah menggunakan identitasnya untuk merendahkan dirinya. Di akhir episode, Sergio mengajak Sabrina menjadi pacarnya dan berjanji akan berusaha bersama untuk mengubah citra buruk mereka, meninggalkan ketegangan tentang bagaimana Felicia akan merespons.
Sergio mencoba menarik perhatian Sabrina dengan memberikan jam tangan yang bukan milik Felicia, memancing kemarahan Sabrina. Sabrina merasa dipermalukan karena bentuk tubuhnya dan menuntut Sergio meminta maaf atau tidak ikut pulang bersamanya. Felicia yang mengetahui jam tangan itu mahal tetap menegaskan keluarganya mampu membeli. Sergio mengakui niatnya bukan untuk memanfaatkan Sabrina demi membuat Felicia marah, melainkan tulus menghargai kebaikan Sabrina. Mereka bersepakat mulai besok berolahraga bersama, sementara konflik soal mobil Felicia tetap menggantung sebagai ketegangan yang belum terselesaikan.
Sergio, anak dari supir keluarga Lianto, mencoba naik mobil keluarga majikannya Felicia tanpa izin, memicu pertengkaran dengan Om Fahri yang melarangnya dan menuntut maaf. Felicia juga menegur Sergio, menegaskan statusnya dan memperingatkan konsekuensi jika ayahnya kehilangan pekerjaan. Meski ditekan untuk mundur, Sergio tetap bertahan, membuat suasana tegang. Felicia kini menghadapi dilema atas pemberontakan Sergio, sementara ancaman pemecatan ayah Sergio menambah tekanan. Episode berakhir dengan ketegangan yang meningkat, menunggu tindakan selanjutnya dari Sergio dan reaksi keluarga Lianto.
Sergio diminta berlutut dan meminta maaf kepada Sabrina dan Kak William, tetapi dia menolak dan hampir pergi. Sabrina kembali menghentikannya dan mereka memutuskan untuk menghadapi masalah bersama. Felicia marah karena sopir mereka meninggalkannya dan merasa ada niat buruk di baliknya. Sergio dan Sabrina pindah ke daerah baru untuk fokus latihan selama tiga bulan sambil saling mengawasi. Setelah usaha keras, mereka memutuskan ikut kompetisi model kampus. Keputusan ini menandai babak baru dalam perjuangan mereka, menyisakan ketegangan tentang hasil kompetisi yang akan datang.
Sergio berusaha meminta maaf kepada seorang wanita yang marah karena ulahnya yang membuatnya jijik. Wanita itu menolak permintaan maafnya dan menetapkan syarat: Sergio harus mempersiapkan gaun edisi khusus dan mahkota berpermata untuknya mengikuti kompetisi model kampus dalam tiga bulan. Meskipun gaun tersebut sangat mahal, wanita itu meragukan apakah Sergio pantas memberikannya. Ketegangan meningkat saat ia menegaskan bahwa rumah itu juga miliknya dan meminta Sergio pergi. Konflik ini berakhir dengan wanita tersebut menolak memaafkan Sergio, menunjukkan hubungan mereka masih tegang dan belum menemukan titik damai.
Sergio mendapat tekanan keras dari Felicia dan teman-temannya setelah ayahnya, yang merupakan supir keluarga Felicia, dianggap melampaui batas dan harus meminta maaf dengan berlutut. Sergio yang diusir dari rumah bersikeras mengikuti perlombaan model bersama teman-temannya yang juga berjuang melawan stigma karena berat badan mereka. Mereka menghadapi ejekan sekaligus tantangan dari lawan yang meremehkan mereka, hingga dibuat taruhan bahwa jika mereka berhasil menurunkan berat badan dan ikut lomba, Felicia harus mengakui perasaannya pada Sergio. Namun, ancaman berupa hukuman lari telanjang jika gagal menambah ketegangan yang belum terpecahkan hingga akhir episode.
Di episode ini, suasana tegang menyelimuti persiapan kompetisi kecantikan saat Felicia dan Sergio menjadi pusat perhatian. Sergio tiba-tiba menghilang selama tiga bulan, membuat Felicia marah karena gaun spesial senilai 10 miliar yang dijanjikan tak kunjung siap. Meski kompetitor meremehkan kehadiran Rafi dan Melly, Felicia tetap pasang muka percaya diri dengan mengenakan gaun mewahnya. Ketegangan memuncak ketika Felicia menegaskan bahwa meski Sergio mencoba kembali dan bahkan kalah, dia tidak akan memaafkannya. Konflik ini membuka pertanyaan tentang langkah selanjutnya Sergio dan nasib kompetisi yang semakin panas.