Rosy, terdesak oleh biaya pengobatan ibunya, menggantikan sahabatnya untuk kencan buta dengan Mano. Awalnya dia datang dengan niat mengacaukan perjodohan demi uang—sebuah sandiwara yang harus segera berakhir. Namun rencana itu berbalik: Rosy malah menikah dengan Mano. Mereka sepakat menjaga pernikahan sebagai transaksi yang saling menguntungkan, menutup rapat rasa bersalah dan kerentanan. Ketika kenyataan perlahan menipiskan jarak formal itu, Mano mengambil langkah tak terduga. Suatu hari ia merangkul Rosy dan mengajaknya menjadi pasangan suami istri yang sebenarnya. Tidakkah janji yang dibuat demi kebutuhan bisa berubah jadi cinta tulus? Konflik batin Rosy, dilema moral, dan sentuhan kehangatan Mano menguji batas sandiwara dan kenyataan.
Komentar
Lihat Semua >Leila
Kenapa Mano tiba-tiba lunak begitu saja? Aku ingin lebih banyak konflik awal.
2026-03-27 03:34:44
Vanessa
Menonton Rosy mengambil langkah itu membuatku menangis. Empati untuk ibu dan pengorbanannya kuat.
2026-03-03 18:13:26
Derek
Detail alasan Rosy masuk akal. Fokus biaya pengobatan memberi bobot moral cerita.
2026-02-12 22:51:39