Yovan berusaha mengaktifkan Sistem Konvoi Kiamat yang memerlukan kehadiran cewek cantik di mobil agar bisa menguasai dunia pasca virus zombie. Namun, ia mengalami kesulitan mencari cewek cantik karena selama ini jomblo. Saat ia mencoba mengajak wanita naik mobil, suasana menjadi kacau saat zombie yang sudah bermutasi menyerang. Dalam keputusasaan, Yovan harus berlari menjauh sambil memohon orang lain membukakan pintu mobil, karena penularan zombie semakin cepat dan tekanan untuk menemukan solusi makin mendesak. Konflik bertahan hidup dan sistem misterius tetap menggantung di akhir episode.
Jihan, seorang pengelola gudang amunisi yang juga gamer, dipaksa bergabung dengan sistem Konvoi Kiamat setelah diundang naik mobil yang memicu aktivasi sistem bertahan hidup. Ia menerima hadiah mobil baja bernama Taring Harimau yang bisa membunuh zombie, dan mobilnya naik level berkat keberuntungannya. Meskipun Jihan ragu dan menolak keterikatannya dengan pemimpin konvoi, dijelaskan bahwa jika pemimpin mati, anggota lain juga ikut mati. Jihan menolak ikatan itu dan mencoba pergi, tapi ditahan karena ini adalah tempat berlindung terakhir, meninggalkan ketegangan soal nasibnya dalam konvoi yang belum terselesaikan.
Pada episode ini, seorang sopir yang terjebak dalam situasi kiamat zombie menerima peringatan untuk membersihkan area dari zombie tanpa alat. Dia kemudian menemukan gudang amunisi level 0 yang terbuka selama dua menit dan dengan cepat mengambil berbagai macam senjata dan amunisi sebanyak mungkin. Setelah waktu habis, dia mengecek persediaannya yang sangat besar, termasuk ribuan senjata dan jutaan peluru. Seorang pria bernama Yovan kemudian memperkenalkan diri dan menantang apakah sopir tersebut siap menghadapi tantangan berikutnya, meninggalkan keputusan penting terbuka untuk episode selanjutnya.
Dalam episode ini, seorang sopir berusaha bertahan hidup dari serangan zombie sekaligus mengumpulkan poin dengan membunuh mereka untuk menukar senjata dan memperbaiki mobil. Ia menegaskan batasan pada wanita yang ditemuinya, terutama pada Jihan yang tampak berbeda. Sopir itu juga diberi tahu bahwa untuk mendapatkan hadiah lebih banyak harus mengajak wanita cantik, tapi ia merasa sulit menemukan yang seperti Jihan. Sebagai titik balik, ia dipercaya oleh seorang pria bernama Yovan yang menyarankan mencari bantuan dari sahabatnya, seorang pelatih menembak, untuk membuka kemampuan baru. Ketegangan muncul saat rencana ini terbuka, meninggalkan pertanyaan tentang langkah berikutnya.
Dalam situasi pasca-kiamat yang mencekam, Yovan berusaha mengaktifkan sistem penyelamatan yang hanya akan bekerja jika menemukan wanita cantik. Ia memutuskan untuk mencari seorang wanita bernama Wendi yang diduga masih hidup di rumahnya meski penuh zombie. Setelah membersihkan rumah dari zombie, Yovan menemukan Wendi, seorang klien penting yang dianggap kunci selamat. Wendi takut dengan kondisinya, tapi Yovan meyakinkan untuk bersama dan berjanji melindungi dengan senjata untuk keamanan berkelanjutan. Episode berakhir dengan keduanya mulai membangun harapan hidup di tengah ancaman, namun bahaya masih mengintai.
Dalam episode ini, Wendi, seorang pedagang perhiasan yang juga memainkan piano, bergabung dengan konvoi bertahan hidup saat serangan zombie terjadi. Ia berhasil membuka Poin Permata yang menggandakan nilai poin saat membunuh zombie, menambah kekuatan kelompok. Meskipun merasa khawatir menjadi beban, Wendi mendapat dukungan dan kepercayaan dari Yovan, pemimpin konvoi yang pernah membantunya. Konvoi ini memperingatkan bahwa seluruh anggota terkait erat, jika pemimpin mati, anggota juga akan mati. Wendi memilih bergabung dengan Yovan, yakin bahwa dia akan menjaganya dalam misi berbahaya ini, memunculkan ketegangan masa depan yang belum terpecahkan.
Dalam dunia pasca-kiamat, Wendi dan Jihan menghadapi tantangan bertahan hidup dengan belajar menggunakan senjata untuk melindungi diri dari zombie yang mengancam. Wendi awalnya ragu dan digoda, namun Jihan mengajarinya dengan sabar. Setelah berhasil membersihkan area dari zombie, mereka fokus mengangkut barang ke mobil untuk persiapan perjalanan selanjutnya. Ketegangan muncul saat Wendi mulai berubah, menandai dinamika baru dalam kelompok mereka, sementara ancaman tetap mengintai di balik keputusan mereka meninggalkan tempat aman tersebut.
Dalam episode ini, sekelompok penyintas berusaha bertahan menghadapi gelombang serangan zombie pertama yang akan datang malam itu. Mereka bergegas mengangkut makanan dan air sebagai persiapan mencari tempat aman sebelum gelap. Seorang pria memohon untuk bergabung dengan kelompok demi keselamatan dengan janji uang, namun ditolak dengan tegas oleh seorang wanita yang menolak menyelamatkan pria. Ketegangan memperparah saat beberapa zombie mulai mengejar mereka, memaksa kelompok untuk waspada dan terus bergerak. Di akhir episode, Jihan menunjukkan peningkatan kemampuannya dalam menghadapi bahaya, menegaskan kesiapan kelompok menghadapi ancaman selanjutnya.
Malam ini, gelombang zombie pertama muncul, memaksa sekelompok orang bertahan dengan beristirahat di suatu tempat sementara mereka merencanakan keberangkatan pagi hari. Salah satu dari mereka, bernama Yura, belum membalas pesan, menimbulkan kekhawatiran dia mungkin telah berubah menjadi zombie. Namun, Yura mengirimkan pesan bahwa dia masih hidup dan berada di mobil baja bersama Kapten Yovan yang dapat dipercaya, serta meminta agar ia dijemput jika memungkinkan. Tekanan meningkat saat salah satu anggota, yang mencari Jihan, menyadari perlunya menemukan teman yang masih hidup itu, mempertegas ancaman yang terus membayangi kelompok mereka.
Kapten Yovan mendapat kabar bahwa temannya, Kesha, masih hidup dan tinggal dekat markas mereka. Mereka berencana menyelamatkannya terlebih dahulu sebelum mencari Yura. Saat mereka bertemu Siska yang juga selamat, Siska bergabung dengan mereka. Namun, kapasitas mobil terbatas, memaksa mereka memilih siapa yang bisa ikut. Ketegangan meningkat ketika Kapten Yovan menerima peringatan tentang segerombolan zombie yang mendekat. Jaka dan timnya berusaha menyelamatkan para korban di depan. Episode berakhir dengan ancaman zombie yang semakin dekat, memaksa mereka membuat keputusan cepat untuk bertahan.