Seorang pemuda putus asa menawarkan 10 tahun umurnya seharga 400 juta demi biaya pengobatan ibunya. Ia menandatangani kontrak dengan seseorang yang memberinya jimat pengikat, namun kemudian merasa tertipu karena konsekuensi yang didapat jauh lebih berat dari yang dijanjikan. Dengan rasa marah, ia mengancam pembalasan. Di akhir, ia menyadari nyawanya sangat murah harganya, tapi uang tersebut cukup untuk persiapan Kebangkitan Kelas keesokan harinya, meninggalkan ketegangan tentang nasibnya ke depan.