Di depan Galeri Peoni, beberapa orang desa datang untuk mengambil barang yang diklaim nenek buyut mereka disimpan di sana. Petugas galeri menolak dan menuduh mereka pencuri karena berpakaian miskin; Nona Vivi membela mereka dan menegur sikap memandang rendah. Kelompok itu menunjukkan selembar tulisan yang tampak milik Pak Nino sebagai bukti, sehingga petugas hendak melapor pada direktur. Berita itu sampai ke Pak Kent, yang curiga salah satu pendatang adalah Heri — disebut pernah jadi pengantar makanan dan 'menggoda tunanganku' — lalu memerintahkan supaya Heri dibawa. Nasib klaim barang tetap belum diputus.