Dalam malam yang singkat dan penuh ketegangan, seorang wanita setia selama 40 tahun meragukan keberadaannya di hati sang pria yang pernah berperang dan terluka, sang Tuan Adipati. Meski permintaan air buah hati itu sering diabaikan karena luka lamanya, para pelayan menyadari bahwa keributan yang terjadi hanyalah sandiwara untuk orang lain. Wanita itu menunjukkan tekadnya dengan berkata, "Tunggu aku punya banyak anak pria," menandakan ambisinya merebut posisi istri sah suatu hari nanti, sementara Tuan Adipati dilayani dengan perhatian meski dalam keadaan sakit, menyisakan ketegangan yang belum terselesaikan.