Dalam episode ini, Kak Seno harus menjalani hukuman memilih seorang gadis untuk dicium dalam sebuah permainan. Ia langsung memilih Kak Weny, kekasih masa kecilnya, dan tanpa diduga mengajukan lamaran menikah. Pak Tami, kepala keluarga Gusti, pun mengumumkan mereka harus segera mengadakan pesta pertunangan, dengan aturan bahwa siapa yang pertama menikah dan punya anak akan mewarisi kekayaan keluarga. Namun, saat Kak Seno tiba-tiba pergi setelah pengumuman, muncul keraguan apakah dia akan benar-benar setia atau akan mencari orang lain, meninggalkan ketegangan yang belum terjawab.