Pada hari pernikahan Gita dan Kak Joko, konflik langsung muncul ketika Kak Joko marah dan menuduh Gita bersikap mencela setelah menemukan foto telanjang yang terlampir dalam sebuah paket. Gita berusaha menjelaskan bahwa itu salah paham, sementara saudara Gita juga berusaha menenangkan Kak Joko dan meminta maaf. Namun, Kak Joko tetap menolak mendengarkan dan menegaskan ia tidak akan menikahi Gita, memperburuk suasana. Gita yang kesal juga bertengkar dengan Siska, teman Kak Joko. Episode berakhir dengan ketegangan tinggi dimana Kak Joko tetap menolak penjelasan Gita, meninggalkan masa depan pernikahan mereka tidak pasti.
Gita berani datang sendirian ke markas musuh dan menemukan bosnya diserang. Saat dia berusaha menyelamatkan, lawan mengancam akan mengakhiri hidupnya hari itu juga. Seorang pria yang ingin menggantikan posisi Gita sebagai dewi perang Negara Tanjar muncul, menegaskan niatnya untuk mengambil alih pimpinan Pasukan Lumanta. Gita menghadapi tekanan besar dari ancaman dan persaingan kekuasaan yang memuncak, meninggalkan ketegangan akan bagaimana dia akan melawan dan mempertahankan posisinya.
Gita Denara terbangun dari ketidaksadaran tanpa luka, menghadapi penghinaan dan pengkhianatan dari kakak tirinya yang mengancam akan mengambil tunangan dan harta keluarga. Meski dipojokkan dengan bukti-bukti jebakan yang dibuat kakak tirinya, Gita menolak menyerah dan bertekad mencari keadilan atas kematian yang dialami sebelumnya. Konflik memuncak saat Gita bersumpah membalas pengkhianatan dan menjanjikan pembalasan dendam, menyisakan ketegangan kuat tentang langkah selanjutnya untuk merebut kembali kehidupannya dan kehormatan keluarga Denara.
Nona Gita harus menikah untuk mendapatkan warisan saham 20 persen dari ibunya. Namun, calon menikahnya sulit ditemukan karena reputasi buruk dan rumor yang menyerang Pak Yanto, pria yang diminta menikahi Gita. Saat Nona Lili kabur karena rumor tersebut, Pak Yanto memutuskan mencari wanita sesuai persyaratannya dalam waktu singkat. Dia bertemu Gita, yang meski dianggap wanita bermasalah, ternyata memenuhi syarat fisik dan siap menikah tanpa melibatkan uang. Mereka sepakat menikah demi keuntungan bersama, menandai awal kerja sama yang penuh ketegangan dan potensi konflik.
Hasan diperintahkan membawa mobil untuk pulang ke rumah, tapi Pak Yanto mengaku tak berani kembali ke Keluarga Denara karena tak punya tempat tinggal. Pak Yanto bertemu Gita, yang terkejut mengetahui dia sudah memiliki kekasih. Pak Yanto memesan persiapan kamar dan pakaian baru berwarna biru muda untuk 'nyonya', menimbulkan pertanyaan soal pernikahan. Di sisi lain, seseorang mengucapkan selamat atas pernikahan Pak Yanto dan memperingatkan agar tidak membuat Nona Lili takut hingga kabur, namun Pak Yanto membantah dan justru mengungkapkan bahwa ia telah mendapatkan sebuah harta karun, mengubah arah konflik yang belum selesai.
Seorang pria datang terburu-buru mencari istri Tuan Yanto yang berhasil membuatnya jatuh cinta setelah 30 tahun lajang. Namun, Tuan Yanto menolak pertemuan itu karena istrinya sedang tidur. Ia kemudian memerintahkan agar surat pengalihan saham CEO Grup Sunta disiapkan dan diberikan sebagai hadiah pernikahan kepada istrinya. Tuan Yanto berencana pergi ke Kota Westari dan menunjuk pria lain sebagai wakil CEO di tempatnya, sambil memerintahkan agar keluarga Denara dan Narsa dihancurkan dalam enam bulan di Kota Rumera. Episode berakhir dengan Tuan Yanto bersikeras tidak akan melepaskan istrinya, menandai ketegangan yang berlanjut.
Setelah tiba-tiba terbangun di kamar pria asing bernama Pak Yanto yang menunjukkan sikap baik, seorang wanita menyadari dirinya telah dibawa dan dirawat di rumah mewahnya. Pak Yanto menawarkan hadiah berupa Grup Sunta, perusahaan media besar, sebagai persiapan mas kawin yang membuat wanita itu terkejut dan melihat peluang balas dendam. Namun, ketegangan muncul saat seseorang bernama Gita mencoba kabur, memancing ancaman balasan dan kunjungan dari pria itu. Konflik antara wanita, Pak Yanto, dan Gita menimbulkan ketidakpastian yang menggantung di akhir episode.
Di episode ini, seorang wanita memarahi Siska karena meninggalkan rumah sakit tanpa kabar dan menudingnya tidur dengan pria lain. Siska membela diri dan menunjukkan sikap yang berbeda dari sebelumnya, memicu pertengkaran keras antara keduanya. Konflik makin rumit saat Siska dituduh merusak reputasi wanita lain dengan membuka paket mencurigakan saat pernikahan, menyebabkan malu publik. Meski menyangkal keterlibatan, bukti-bukti dan kata-kata tajam memperdalam perseteruan dan membuka ketegangan tinggi antar karakter. Episode ditutup dengan ancaman balas dendam yang belum terselesaikan dari wanita itu kepada Siska.
Siska merasa terancam saat naskah tulisan adiknya yang berharga hilang dari laci kamar, memicu konflik sengit dengan kakaknya, Gita, yang menuduhnya mencuri tanpa bukti kuat. Ayah mencoba menenangkan situasi dengan menasihati kesabaran, namun ketegangan keluarga tetap tinggi. Gita menantang Siska dan mengancam akan merebut semua miliknya, sementara Siska berusaha membuktikan bahwa dia tidak mengambil naskah tersebut dan ingin mencari bersama. Episode ini berakhir dengan suasana keluarga yang masih penuh pertentangan dan kebingungan seputar hilangnya naskah, membuka kemungkinan konflik lebih besar di depan.
Gita terlibat pertikaian sengit dengan Siska dan ibu tirinya yang menuduhnya mencuri naskah dan merebut keluarga. Mereka memaksanya untuk minta maaf, tapi Gita menolak dan berjanji membalas dendam dengan merusak reputasi mereka. Rustam, yang hadir sebagai pengawal dan keluarga, berusaha membela Gita dan menghentikan penindasan itu. Namun Gita merasa tubuhnya terlalu lemah untuk melawan. Ketegangan memuncak saat ancaman kekerasan dilontarkan, kemudian muncul sosok yang menantang siapa pun yang berani menyentuh wanitanya, memperparah konflik yang belum selesai.