Gaby hadir di sebuah tempat dengan paman yang dipanggil untuk menangani masalahnya setelah dia memukul orang lain. Meskipun disuruh minta maaf dan menulis surat penyesalan, Gaby tetap keras kepala dan menolak mengakui kesalahan. Seorang pria memperingatkan Gaby bahwa sikapnya akan berakibat buruk, termasuk risiko kehilangan beasiswa dan kelulusannya, yang berdampak pada masa depannya. Ancaman ini menimbulkan tekanan besar, namun Gaby tetap bersikukuh, memicu konflik yang belum terselesaikan antara dia dengan orang-orang di sekitarnya.