Episode dibuka dengan leluhur keluarga yang tiba-tiba ngamuk: menolak makan dan minum, berdalih bahwa orang-orang ingin menyakitinya, bahkan mengulang kata 'bunuh'. Warga rumah panik saat salah satu orang menegaskan janji kepada kakaknya bahwa harta hanya untuk tuan putri, bukan untuk yang lain. Desi diseret dan berteriak minta dilepas sementara para pelayan diperintahkan pergi. Ketidakpercayaan leluhur meradang, menuduh semua orang dan mengusir mereka dari halaman belakang. Konflik memuncak pada ancaman terhadap Desi dan warisan keluarga; siapa yang akan menjaga keduanya masih belum jelas.