Tikus dan keluarganya menghadapi kesulitan setelah ayahnya cedera parah dan tak bisa merawat diri sendiri. Mereka berjuang mencari makanan di tengah kelaparan yang menyerang desa. Dalam situasi genting, Tikus menemukan benda-benda berharga seperti meteorit logam dan kitab kuno yang dianggap orang lain tidak berharga. Dia melihat potensi menjualnya di kota untuk mendapatkan uang dan mengatasi krisis mereka. Namun, ketegangan tetap tinggi karena kondisi ayahnya belum membaik dan keputusan menjual barang antik ini menjadi harapan sekaligus risiko bagi nasib keluarga mereka ke depan.