Yuvo, murid jenius, memilih kelas tingkat D yang dianggap paling rendah meskipun berpotensi masuk kelas SSS. Kepala Sekolah dan Direktur Zein menantikan keputusannya dengan tegang, sementara siswa lain terkejut dan mengejeknya sebagai pengkhianat. Yuvo dianggap orang yang ditinggalkan para dewa, namun ia yakin dengan jalannya sendiri dan bertekad menjadi Dewa menggantikan para dewa lama. Sikap Yuvo yang berbeda ini memicu konflik sosial di sekolah, terutama dengan teman-temannya yang merasa dikhianati dan mengejeknya tanpa ampun, menciptakan ketegangan yang menggantung di akhir episode.