Leo dan kelompoknya menghadapi ancaman besar saat konflik memasuki tahap kedua yang berbahaya bagi Asuka. Leo terlihat ragu dan melamun di tengah tekanan untuk melarikan diri, sementara rekannya menegur sikap sombongnya yang tak berubah meski Umi sudah berkorban keras. Ketegangan meningkat ketika Leo, yang dipertanyakan kemampuannya mewakili Asuka, tetap tak menanggapi serius bahaya yang mengintai. Sementara itu, ada interaksi penuh ejekan dan sindiran tentang kekuatan dan posisi Leo, meninggalkan ketidakpastian apakah dia bisa mengatasi krisis dan melindungi orang-orang di sekitarnya.