Haris, seorang Penjinak Monster, baru saja mengalahkan Dewa Bencana bersama monsternya, namun monster itu terluka parah dan harus pulih selama dua setengah tahun dalam tubuhnya. Sementara itu, pemberitaan mengumumkan pensiunnya Dewa Monster karena luka berat setelah menyelamatkan perbatasan. Haris berusaha merahasiakan identitasnya saat kembali ke rumah, namun gagal membiakkan monster berkali-kali, menghadapi frustrasi dan tekanan. Di sisi lain, Kak Jason menunjukkan persiapan untuk lomba provinsi dengan monster tingkat empat, membuka potensi kemenangan dan ketegangan baru yang masih belum terpecahkan.
Dalam episode ini, Silvia tengah bersiap mengikuti pertandingan penjinak monster yang dianggap kejam oleh Haris, kakaknya yang mengkritik keras dan mengecamnya. Konflik keluarga memuncak ketika Haris diingatkan bahwa ia gagal membawa prestasi meski didukung orang tua, sementara Silvia bersikeras membuktikan diri agar bisa membantu keluarganya. Ketegangan bertambah saat mereka dipanggil oleh Kepala Perguruan dan Ketua Asosiasi Monster Juton. Haris tiba-tiba menunjukkan pengetahuan soal monster yang membuat orang lain penasaran, sementara Silvia bertekad menunjukkan kemampuan di pertandingan meski perlu dijaga oleh Haris yang akhirnya mendampingi ke lokasi pertandingan. Episode diakhiri dengan perhatian pada luka Silvia yang sedang sembuh dan ketegangan jelang pertarungan yang akan menentukan langkah mereka selanjutnya.
Di kualifikasi tingkat provinsi, Silvia, pembiak monster muda yang berbakat, menantang ketua Jefri untuk mempertahankan kuota pertandingan provinsi yang menjadi pertaruhan. Meskipun diragukan karena usianya dan kurangnya koneksi, Silvia yakin dengan monster tingkat empatnya. Jefri menugaskan Leon menemani Silvia berlatih untuk persiapan pertandingan berat ini. Di arena, pertarungan sengit terjadi saat monster Silvia berhadapan dengan monster lawan yang lebih berpengalaman dan memiliki lengan diperkuat, yang mengancam kekalahan Silvia. Ketegangan memuncak saat serangan monster lawan hampir mengenai Silvia.
Silvia menghadapi serangan monster dengan kekuatan hampir setara tingkat lima, di tengah perjuangan Ksatria Armor Batu yang diperkuat. Meskipun awalnya ragu, Silvia diperintahkan oleh Ketua Fenia untuk menggunakan teknik Ledakan Duri guna melawan monster tersebut. Ketegangan meningkat saat Silvia bertekad mendapatkan kuota walaupun disarankan menunggu tiga tahun lagi. Diskusi strategi muncul dengan fokus menguatkan bagian dada monster, yang ternyata menjadi kelemahannya. Episode ini berakhir dengan keputusan Silvia menantang batasnya, menimbulkan tanda tanya tentang hasil pertarungan berikutnya.
Dalam episode ini, pertandingan monster antara Haris dan monster Batu Hijau mencapai puncak konflik ketika Haris berhasil mengalahkan lawannya dengan serangan yang sebelumnya dianggap tak efektif. Silvia muncul dan menunjukkan keahliannya memahami kelemahan musuh, mengejutkan semua penonton termasuk Ketua Jefri yang menonton dengan serius. Ketegangan meningkat saat Ketua Levina mengusulkan pertarungan kuota provinsi antara timnya dan Ketua Fenia, dengan syarat kontrak keras yang mengancam pencabutan izin dan larangan pemeliharaan monster bagi pihak yang kalah. Persaingan kuota ini membuka taruhan besar yang belum terselesaikan.
Ketua Jefri dihadapkan pada keputusan sulit untuk menandatangani kuota provinsi yang memungkinkan perguruan mereka menerima dana pemerintah demi bertahan, meski itu dipandang sebagai jebakan. Ketua Fenia mendukung keputusan ini dan percaya pada muridnya, siap membuat lawan mereka menyerah. Silvia dan Haris berseteru tentang siapa yang akan maju bertarung terlebih dahulu, menunjukkan ketegangan dalam tim. Haris bersikeras ikut karena merasa bertanggung jawab sebagai kakak, meskipun ditegah oleh yang lain. Konflik memuncak dengan harapan dan tekanan tinggi untuk kelangsungan perguruan mereka tetap hidup.
Haris dipertanyakan kemampuannya sebagai Dewa Monster oleh Ketua Fenia dan seorang pria bernama Kiano, yang meragukan monster tingkat enam milik Silvia yang masih dalam pemulihan. Meskipun mendapat tekanan dan cemoohan, Haris didukung oleh adiknya yang menunjukkan bukti keberhasilan latihan monster tingkat enam. Hakim akhirnya memutuskan Haris untuk menguji kemampuan terlebih dahulu di hadapan Kiano, juara dengan reputasi tinggi. Saat pertarungan dimulai, serangan monster Haris dianggap mengecewakan oleh Kiano, yang meremehkan kekuatannya, meninggalkan ketegangan menjelang keputusan selanjutnya.
Pertarungan sengit terjadi antara dua petarung yang mengandalkan monster tingkat atas. Ketika macan kumbang dari salah satu petarung menunjukkan kekuatan luar biasa dengan serangan listrik dan kilatan petir, lawannya yang mengandalkan kuda roh es kristal kewalahan dan hampir kalah. Kekalahan ini membuat sang petarung merasa gagal menjaga warisan ayahnya, sementara saudaranya mencoba menenangkan dan menyemangatinya. Di akhir episode, kemenangan berpihak pada macan kumbang, tetapi tantangan baru muncul saat lambang bunga sakura tiba-tiba muncul, menandakan giliran dan ancaman untuk petarung lain. Konflik berlanjut dengan tekanan yang belum terpecahkan.
Favian dibawa ke arena meski ada penolakan karena masa lalunya sebagai Pembiak aliran hitam. Ia nekat menggunakan teknik terlarang, Penyatuan Tubuh Monster, yang secara drastis meningkatkan kekuatannya tapi berisiko menghisap nyawanya. Silvia dan anggota perguruan khawatir dan menyarankan Favian menyerah untuk menghindari bencana dan pencabutan izin. Namun, Favian bersikeras bertahan demi perguruan. Ketegangan memuncak saat Jason menawarkan diri melawan Silvia, percaya dengan monster dan ramuan penyembuhannya dia punya keunggulan, memicu konfrontasi langsung yang menentukan. Konflik antara loyalitas dan bahaya teknik terlarang menjadi pusat pertarungan berikutnya.
Di episode ini, situasi langsung berkisar pada pertarungan turnamen yang menentukan kuota kualifikasi. Seorang gadis menawarkan diri untuk bertanding melawan lawan kuat dengan bantuan Akar Kegelapan, menghadapi Ksatria Armor Batu yang tangguh. Meskipun tekanan tinggi dari lawan yang menuntut agar mereka menyerah, teman-temannya memilih menyerah demi menyelamatkan tempat kuota. Namun, gadis itu menolak mengalah dan bersikeras bertahan sampai waktu habis. Ketika waktu hampir habis, lawan melepas tekanan, memicu konfrontasi terakhir yang membawa ketidakpastian pada hasil pertarungan dan masa depan kuota tim mereka.