Di Kota Arwana, hanya Noah yang berhasil mencapai profesi tingkat S sebagai Penjinak Naga, sebuah profesi yang dianggap tak berguna sehingga sumber daya terbatas. Kepala Universitas Petarung Mahapuri, Pak Herman, akan datang mengevaluasi kota tersebut, dan para murid diperintahkan bersiap mempertahankan jatah jalur prestasi. Noah menunjukkan kemampuan tempurnya, mengalahkan lawan tanpa menggunakan Gulungan Reset yang sangat mahal dan langka. Sementara itu, perlengkapan yang dijual hanya laku untuk harga kecil. Ketika masa depan jalur prestasi dipertaruhkan, Noah mendapat cibiran karena profesinya dianggap tidak berguna, menimbulkan ketegangan akan langkah selanjutnya.