Pada tahun 2035, dunia menghadapi aturan duel makhluk gaib antar negara yang menentukan nasib bangsa mereka. Dalam episode ini, Cleo bergabung sebagai anggota cadangan tim pemanggilan Serica yang tengah kritis menghadapi kekalahan beruntun. Tim menggelar ritual kebangkitan untuk memanggil makhluk gaib sebanyak mungkin sebagai harapan terakhir menjaga wilayah Serica. Cleo belajar proses pemanggilan lewat Gerbang Akhirat, harus mengenali nama makhluk dengan tepat agar bisa membangkitkannya. Namun, ketegangan meningkat saat ia diremehkan karena belum berhasil membangkitkan makhluk utama, menimbulkan keraguan atas kemampuan dan alasan di balik kegagalannya.
Di episode ini, para anggota Serica tengah menghadapi krisis besar karena sulitnya memanggil makhluk gaib yang kuat, yang dianggap penting untuk menyelamatkan negara. Gavin, siswa peringkat satu, memberanikan diri mencoba ritual pemanggilan dan berhasil mengeluarkan Iblis Jahat Agung tingkat biru, menandai perubahan besar dalam budaya Serica. Namun, kekhawatiran muncul saat Raja Yama tingkat emas dipanggil, menimbulkan ketegangan apakah pemanggilan ini benar atau malah berpotensi membahayakan Serica. Ketidakpastian ini membuka jalan bagi bahaya dan keputusan sulit selanjutnya.
Dalam episode ini, muncul makhluk misterius yang berbeda dari Hantu Hitam yang dikenal, memaksa tim untuk mengumpulkan data dan menghadapinya. Dua anggota tim, termasuk Cleo yang nekat mengambil risiko, maju menghadapi ancaman itu meski berbahaya. Ketegangan meningkat saat terungkap bahwa makhluk tersebut adalah Penguasa Alam Baka, tertinggi di Fengdu, yang mengendalikan nasib arwah. Ketidakpastian dan bahaya makin nyata ketika anomali alam terjadi akibat kemarahan makhluk gaib. Episode berakhir dengan kemunculan sosok yang dipanggil dan suasana penuh ancaman belum terpecahkan.
Dalam episode ini, Serica menghadapi tekanan politik dari kekuatan asing yang mengancam kedaulatannya dan mempertanyakan haknya sebagai negara merdeka. Kejutan muncul saat Serica berhasil memperoleh makhluk tingkat merah yang meningkatkan nasib negaranya sebesar 35%, memberi harapan baru. Cleo bertemu dengan makhluk gaib Kaisar yang mengenang masa lalu dan diberi mandat untuk membasmi kejahatan asing, dimulai dengan ancaman di sekitarnya. Kaisar menantang Cleo untuk membuktikan kekuatannya, membuka pintu bagi konflik selanjutnya yang akan menentukan nasib Serica.
Dalam episode ini, muncul kecurigaan adanya pengkhianat di antara kelompok Serica, khususnya terhadap Gavin yang dianggap sebagai mata-mata Negeri Sakura. Meski Gavin menyangkal dan mendapat pembelaan, tekanan terus meningkat hingga Gavin secara tiba-tiba mengumumkan dan memulai pertarungan arena acak sebagai tantangan Negeri Sakura. Serica pun merespon dengan siap mengirim pemanggil terkuat untuk bertarung, menandakan konflik langsung yang akan menentukan nasib mereka. Ketegangan memuncak saat semua bersiap menghadapi duel, meninggalkan ancaman yang belum terselesaikan.
Duel antara dua pemanggil makhluk gaib dimulai dengan aturan lima ronde dan tiga kemenangan. Tim Negeri Sakura yang ambisius membawa tiga pemanggil tingkat emas termasuk anak Pak Tokugawa dengan makhluk andalannya, Shuten-doji, menimbulkan ancaman serius. Lawan dari negara rendah terpaksa menggunakan makhluk tak dikenal yang berpotensi menyerang balik jika kecocokan kurang. Ketegangan meningkat saat makhluk legenda urban Wanita Mulut Sobek muncul, membuat tim lawan cemas. Salah satu pemanggil menantang lawan dengan tegas, memicu eskalasi duel horor yang menegangkan tanpa kejelasan hasil akhir.
Episode ini dimulai dengan Gavin dan timnya menghadapi makhluk Siluman Kulit Lukis yang tampak lemah namun berbahaya. Gavin diperintahkan untuk menghabisi makhluk itu dengan taktik tak terlalu sadis agar lolos sensor. Saat bertarung, Gavin meremehkan musuh karena serangan awal yang mudah dihindari. Namun, Siluman Kulit Lukis mulai menunjukkan kekuatan tersembunyi dengan ilusi yang membingungkan dan mencoba menguji seberapa kuat kulitnya. Ketegangan meningkat saat Gavin harus mencari cara menghadapi serangan tak terduga ini, meninggalkan pertarungan dengan hasil yang belum pasti dan ancaman yang tetap menggantung.
Dalam episode ini, Gavin dan timnya menghadapi makhluk gaib tingkat biru yang kebal terhadap serangan fisik, memicu kekacauan saat mereka mencoba melawannya. Gavin memperingatkan tim untuk serius menangani makhluk kualitas emas yang dipercayakan padanya, bukan dijadikan mainan. Wanita Mulut Sobek mengaktifkan kemampuan uniknya, Pertanyaan Cantik atau Jelek, yang memaksa makhluk lain untuk menjawab dengan tepat atau menghadapi kematian. Ketegangan meningkat saat salah satu pertanyaan memicu dilema nyata tanpa jawaban pasti, meninggalkan situasi berbahaya yang belum terpecahkan.
Episode ini dimulai dengan seorang wanita menghadapi pertanyaan tentang arti kecantikan di tengah ancaman makhluk mengerikan bernama Wanita Mulut Sobek yang diperintahkan untuk membunuhnya. Ketika dia gagal melawan secara fisik, dia mencoba menggunakan kekuatan pikiran untuk mengendalikan aturan pertarungan, menolak takdirnya sebagai korban. Wasit menjelaskan bahwa pemanggil yang mengorbankan tubuhnya kini bersatu dengan makhluk, sehingga makhluk bisa menyerang langsung pemanggil lain. Terjadi ketegangan saat wanita tersebut memutuskan untuk mencoba strategi baru, memperlihatkan pergeseran kekuatan yang penting namun menyisakan bahaya yang terus mengancam bagi mereka semua.
Cleo terlempar lima ratus tahun ke depan, ke Zaman Kebangkitan Misteri. Di sana, setiap negara memanggil makhluk gaib untuk beradu di arena, tradisi brutal yang menentukan nasib bangsa. Serica, dulunya pusat budaya misteri, kini hampir runtuh karena warisannya menghilang. Ancaman invasi dan provokasi negara lain menekan hingga ke titik putus; tanpa misteri, Serica tak lagi punya suara. Tekanan itu menuntut seorang pembela. Cleo maju dengan tekad keras. Dia berjanji mengembalikan ketakutan khas Serica, bukan untuk membinasakan, tapi untuk menyalakan kembali akar yang hampir punah. Keputusan itu mengundang konflik, menguji moral, dan menentukan apakah sebuah budaya bisa bangkit dari reruntuhan melalui satu pernyataan yang bergema di arena.