Sebuah keluarga yang sudah memiliki tradisi sembilan generasi anak tunggal diguncang oleh munculnya seorang bocah yang mengaku sebagai anak mereka dan diusir oleh Kak Ceno, anggota keluarga yang tidak mengakuinya. Orang tua dan anggota keluarga lain menyadari kemungkinan bocah itu adalah penerus tunggal keluarga setelah melihat rambut bocah itu yang sama dengan rambut Kak Ceno. Ketegangan muncul tentang bagaimana menghadapi anak tersebut, sementara keluarga mempertanyakan keputusan dan sikap Kak Ceno yang tidak peka. Konflik ini meninggalkan pertanyaan tentang masa depan keluarga dan penerus garis keturunan.