Martin dipaksa segera pergi ke rumah sakit setelah Bi Wati diberitahu bahwa istrinya, Aurora, membutuhkan operasi dadakan. Terungkap bahwa pacar Aurora memalsukan hasil tes kehamilan dengan alasan janin cacat agar Aurora menggugurkan kandungan. Martin yang kesal bergegas menuju rumah sakit dengan tekanan mencapai kecepatan maksimum agar tepat waktu. Sementara Aurora dirawat dan dipersiapkan untuk operasi, Martin menghadapi dilema antara kemarahan dan kebutuhan untuk mendukung istrinya yang tengah berjuang. Ketegangan meningkat karena waktu tersisa sangat sempit dan situasi masih jauh dari jelas.