Dedy yang selama ini dianggap pecundang memutuskan untuk ikut kompetisi seni bela diri Kota Awana demi berkontribusi pada keluarga Yunis. Meskipun ayah dan keluarganya meragukan kemampuannya dan mengecam keputusannya, kakaknya mengizinkan Dedy ikut dengan syarat dia bertanggung jawab atas konsekuensinya. Tiga hari kemudian, keluarga lain mengejek nama keluarga Yunis karena mengikutsertakan Dedy, sementara keluarga Helti yakin putra mereka akan menduduki posisi tiga besar dan memperkuat pengaruh keluarga mereka di Kota Awana. Konflik ketegangan keluargaan dan tekanan kompetisi menanti Dedy.