Tuan Darma diguncang oleh kematiannya yang dianggap menyedihkan dan tuduhan pengkhianatan dari Ratri. Di markas, tuduhan tentang kemunculan hantu memicu keributan. Jenderal Dimas, yang skeptis, akhirnya memerintahkan cambukan kepada seorang wanita yang dianggap membuat kerusuhan agar ketegangan mereda. Tuan Darma melawan perlakuan tersebut demi melindungi wanitanya, memperingatkan bahwa mengganggu pasukan bukan hal remeh. Walau kerusuhan berhasil dihentikan sementara, ancaman Jenderal Dimas bahwa ini belum berakhir membuat situasi tetap tegang dan konflik yang lebih besar akan datang.