Maria menghadapi tekanan besar untuk memilih antara Pangeran Yosua, yang meskipun bukan calon pewaris tahta, didukung kuat keluarga dan Kaisar, atau Pangeran Kalvin yang dianggap lebih berbahaya dalam perebutan kekuasaan. Konflik terlihat nyata saat Maria menolak perintah, memicu ancaman hukuman dari Yang Mulia. Ia mempertimbangkan risiko memilih Yosua yang memiliki kekuatan militer dari dua keluarga besar, sementara kekhawatiran soal ketidaksuburan membayangi hubungan dengan Kalvin. Episodenya berakhir dengan Maria menghadapi dilema berat, sementara kisah asmara dan politik semakin rumit dan belum menemukan solusi.