Jenni dipaksa menerima porsi sayur sederhana yang hangat di kantin sementara Shena, putri kaya, mendapat daging; teman-teman meledek Jenni sebagai anak pembantu dan meremehkan makanannya. Ejekan terus dilontarkan sehingga suasana memojokkan Jenni. Mereka menyuruhnya tak manja, menghinanya dan menyerang keluarganya, lalu tegas memerintah, "Cepat makan!" Jenni ragu dan dituduh tidak tahu diri ketika menolak. Konflik memuncak saat salah seorang mengancam akan menyuapi Jenni jika ia tidak makan. Episode ini berakhir dengan ancaman menyuapi yang menggantung, meninggalkan keputusan Jenni—menyerah atau melawan—belum terjawab.