Seorang pria yang disebut penolong memperkenalkan dirinya sebagai pelindung dari Balai Bela Diri Perkasa di tengah kekacauan keamanan yang melanda. Dia tiba-tiba menaikkan biaya pengelolaan menjadi 40 persen, memicu kemarahan warga yang keberatan karena beban biaya mengganggu kebutuhan keluarga mereka. Ancaman menaikkan biaya jadi 50 hingga 70 persen dilontarkan kala warga mulai mempertanyakan kebijakan itu. Ketegangan memuncak saat penolong menegaskan kekuasaan Balai Bela Diri Perkasa atas wilayah tersebut, meninggalkan warga dalam dilema antara patuh dan melawan, menghadirkan konfrontasi yang belum selesai.