Cakra menantang Yudha, murid peringkat 29, untuk membuktikan kemampuannya yang selama ini diragukan karena gagal ujian kultivasi. Meski diperingatkan untuk menyerahkan Liontin Dewa Hantu, Cakra tetap percaya diri dan siap bertarung demi membalas dendam atas seseorang yang penting baginya. Tarung dimulai dengan ketegangan tinggi saat kedua pihak saling mengancam dan menyaksikan saling menunggu langkah lawan. Stella dan Cakra menunjukkan sikap aneh yang menimbulkan kecurigaan, menandai eskalasi konflik yang belum jelas hasilnya, meninggalkan ketidakpastian tentang siapa yang akan menang dan konsekuensi pertarungan ini.