Dion Arkana diterima sebagai satpam malam di Museum Pribadi Nomor 9 dengan gaji tinggi, tapi kontrak kerja baru sah setelah dibakar dan gaji cair setelah sebulan penuh bekerja. Ia diberi peringatan tentang risiko denda besar dan konsekuensi serius jika gagal. Dion menemukan foto satpam malam sebelumnya yang kondisinya mengerikan, menimbulkan kecurigaan bahwa museum tersebut penuh bahaya. Ia menerima aturan ketat seperti jam kerja malam, larangan menatap bola mata pajangan makam, dan instruksi khusus saat mendengar suara perempuan menangis atau permintaan aneh dari patung hilang kepala. Ketegangan meningkat saat Dion mulai bertugas dan menghadapi ancaman tak terduga.