Seseorang yang disebut 'Tuan Istri' dipimpin oleh seorang pria menuju lembah berkabut untuk mencari ibunya, mengacu pada sebuah novel yang mengisyaratkan lokasi tersebut. Dalam perjalanan, pria itu menyiapkan makanan, tetapi Tuan Istri menolaknya karena tidak selera. Ketika ditanya apakah merasa tidak nyaman, Tuan Istri mengaku trauma karena kecerdikan pria tersebut, yang dinilai terlalu licik, meninggalkan ketegangan di antara mereka meski perjalanan terus berlanjut.