Silvia menyadari identitasnya sebagai putri Negara Unia dan menyatakan dirinya telah berubah drastis dibandingkan dulu. Ia bertekad untuk hidup lebih kuat dan tidak ingin lagi mengalami penderitaan yang sama. Setelah bangun di Rumah Sakit Nomor 1 Kota Jarsa, Silvia kebingungan dengan kondisi sekitarnya dan bertemu orang-orang yang mengurus cucunya yang demam. Ketika diberi tahu bahwa ia sebenarnya tidak sakit, melainkan hamil, penemuan ini mengejutkan Silvia dan membuka babak baru yang belum terungkap dalam hidupnya.