Pak Bara mengumumkan bahwa pada hari pernikahannya, hubungannya dengan keluarga Attara akan berakhir karena ia merasa dijodohkan secara tidak adil dengan seorang gadis dari keluarga Betran yang dianggapnya rendah. Ia ingin keluarga Attara merasakan penderitaan seperti yang dialami ibunya. Di sisi lain, kondisi adik seorang wanita memburuk akibat demam tinggi yang membutuhkan obat khusus senilai 100 juta rupiah. Wanita itu panik karena tidak tahu dari mana mendapatkan uang sebesar itu untuk menyelamatkan adiknya. Episode berakhir dengan ketegangan terkait keputusan penting yang harus segera diambil.