Grup Putra menghadapi krisis finansial setelah dana mereka terkunci dalam proyek makam Kerajaan Kuta yang bermasalah, dan mereka terancam bangkrut. Dalam upaya menyelamatkan perusahaan, ayah dan ibu meminta Cika, yang dianggap seperti putri kandung mereka, untuk membatalkan rencana tunangannya dan membantu mendapatkan proyek besar dari Keluarga Cahyo di Latu. Konflik memuncak ketika ada tuduhan perselingkuhan Cika dan tekanan untuk menjaga rahasia ini agar tidak merusak reputasi keluarga. Sementara itu, pewaris Keluarga Cahyo, Ardi Cahyo, sudah berada di Kota Arita, menambah ketegangan dalam negosiasi proyek yang krusial.