Vera, seorang wanita, mengumumkan keputusan tegasnya untuk mencabut suaminya, Andri, dari jabatan Manajer Umum di Grup Trisno dan menarik semua sahamnya. Keputusan ini ditentang oleh dua orang lain yang memperingatkan dampak buruknya, tetapi Vera bersikeras. Ia merasa dikhianati setelah tujuh tahun pernikahan dan berniat membuat Andri kehilangan segalanya. Di rumah, istri Andri mempersiapkan perayaan hari ke-100 anak mereka, Aldo, dengan penuh kasih. Ketika Andri pulang, percakapan keluarga menjadi tegang. Ibu Andri mengkritik istri tersebut, namun Andri mengalihkan pembicaraan ke urusan penting. Saat berdua dengan Vera, Andri menanyakan apakah istrinya bisa menerima jika ia memiliki anak lain, membuat Vera terkejut dan memanggil ayahnya untuk campur tangan.
Seorang pria bernama Andri tiba-tiba membawa Devi, rekan kuliahnya yang kini menjadi Wakil Direktur di perusahaannya, dan anak lelaki mereka yang berusia empat tahun, Heri, untuk memperkenalkan mereka kepada istrinya, Vera, dan orang tuanya. Di hadapan semua orang, Andri mengungkapkan bahwa Devi adalah cinta pertamanya dan mereka telah bersama selama empat tahun, serta ia ingin mengakhiri hidup sembunyi-sembunyi mereka dan membawa mereka tinggal secara resmi. Vera yang terkejut dan terluka menuntut pertanggungjawaban atas janji pernikahan Andri yang kini diingkarinya. Namun, Andri malah merendahkan Vera dengan menyebutnya hanya bisa mengurus rumah tangga, sementara Devi dinilai lebih berjasa karena telah memberinya anak. Orang tua Andri tampak mendukung keputusan anak mereka. Devi pun menyatakan keinginannya untuk tinggal demi kebahagiaan Andri dan menawarkan kompensasi kepada Vera. Kemarahan Vera memuncak dan ia memerintahkan Devi untuk segera pergi dari rumahnya.
Vera menghadapi suaminya, Andri, setelah merasa dipermainkan oleh keluarga suaminya. Andri membandingkan kariernya yang sukses dengan peran Vera di rumah, yang memicu kemarahan Vera. Vera mengungkapkan bahwa ia berhenti bekerja untuk merawat Andri yang sakit, sementara Devi, seorang wanita lain, telah membantu karier Andri. Vera merasa hidupnya selama tujuh tahun seperti pembantu. Andri menawarkan pilihan keras kepada Vera: menerima Devi dan anaknya tinggal di rumah, atau bercerai. Episode ini berakhir dengan Andri menantang Vera untuk memilih.
Suami Andri dan ibu mertuanya menuntut Vera untuk bercerai, menyebutnya tidak berguna setelah tujuh tahun pernikahan yang mereka anggap sebagai pengorbanan. Mereka beralasan karier Andri yang akan naik dan membutuhkan istri yang lebih baik, sambil mengancam Vera tidak akan mampu hidup sendiri apalagi membesarkan anak mereka, Aldo. Vera awalnya menolak dan berkeras membawa Aldo, tetapi konflik memuncak saat mereka secara fisik mencegahnya mengambil anak itu. Andri akhirnya menawarkan kesepakatan keji: Vera boleh tetap tinggal sebagai ibu Aldo hanya jika ia mau merawat Andri dan perempuan lain bernama Devi. Terpojok dan terancam akan dipisahkan dari anaknya selamanya, Vera dengan patah hati terpaksa menyetujui tawaran itu untuk bisa tetap dekat dengan Aldo.
Seorang wanita memutuskan untuk tetap tinggal di rumah. Kakak laki-lakinya menyetujui tetapi memberinya syarat agar membersihkan seluruh rumah jika ingin tinggal. Kemudian, muncul seorang wanita lain yang mengaku diminta oleh pria bernama Andri untuk tidur di kamar utama. Wanita pertama memutuskan bahwa mulai hari ini, wanita lain itu akan tidur di kamar tamu. Wanita lain itu meminta barang dari gudang dan membuat wanita pertama semakin kesal. Adegan berganti ke seorang ibu yang meminta maaf pada anaknya, Aldo, dan berjanji akan membawanya pergi. Tiba-tiba, wanita lain itu muncul dan menggendong Aldo, mengaku bahwa dia adalah ibu kandung anak tersebut. Dia mengungkapkan rahasia mengejutkan bahwa saat wanita pertama dioperasi, embrio mereka telah ditukar. Dia menunjukkan hasil tes DNA sebagai bukti bahwa dia adalah ibu biologis Aldo.
Seorang wanita bernama Devi mengungkapkan kebenaran pahit kepada seorang istri bernama Vera. Devi mengklaim bahwa saat Vera melahirkan anak mereka, suami Vera, Andri, justru bersenang-senang dengannya. Lebih buruk lagi, Devi menyatakan bahwa anak yang baru lahir itu bukan anak Andri, dan bahwa Andri sendiri yang mengizinkan tindakan di rumah sakit karena tidak ingin punya keturunan dengan Vera. Vera yang marah dan terluka kemudian menyerang Devi, memicu pertengkaran fisik yang dihentikan oleh Andri. Devi memanipulasi situasi dengan berpura-pura menjadi korban di depan Andri. Vera yang terguncang menyadari semua kebohongan di sekitarnya. Andri kemudian mengancam akan mengusir Vera dan memutuskan hubungannya dengan anak mereka, Aldo, jika dia 'menggila' lagi. Vera pun menyatakan penolakan akhir terhadap anak yang diklaim bukan miliknya.
Vera mencoba pergi dari rumahnya, tetapi seorang pria bernama Andri menghentikannya. Ia mengingatkan Vera yang tidak punya uang dan menahannya. Vera meminta dilepaskan. Andri memperingatkan bahwa ia akan menyesali pergi setelah tujuh tahun dicintai, dan mengancam Vera akan kembali berlutut memohon padanya. Vera kemudian muncul di sebuah perusahaan. Ia menghadapi penjaga keamanan yang melarangnya masuk melalui jalur khusus Direktur Utama. Vera menunjukkan sesuatu kepada penjaga, yang langsung berubah sikap dan mempersilakannya masuk dengan hormat, menyapanya sebagai Ibu Direktur Utama. Sementara itu, di tempat lain, seorang wanita bernama Devi kesulitan merawat seorang anak yang menangis. Ia menyalahkan Vera yang menurutnya egois karena meninggalkan anak, dan bertekad tidak akan memaafkannya jika Vera pulang. Seorang karyawan terkejut menyaksikan Vera memasuki ruang Direktur Utama.
Vera menemui Direktur Utama untuk melaporkan sebuah masalah, yang segera diketahui oleh Andri dan Devi. Andri panik khawatir promosinya menjadi Manajer Umum akan terganggu karena laporan Vera. Devi, yang merasa dekat dengan Asisten Direktur Utama Bu Elly, memutuskan untuk menelepon Bu Elly. Devi meminta Bu Elly untuk menanyakan keputusan Direktur Utama dan memujimu Andri di hadapannya. Sementara itu, Vera tampaknya telah lama membantu Andri secara diam-diam, tetapi kini merasa dikhianati olehnya. Devi menghubungi Bu Elly dan bertanya apakah Direktur Utama masih akan mempromosikan Andri atau telah mengubah keputusannya.
Devi bertanya kepada Direktur Utama apakah keputusannya telah berubah, mengungkapkan kekhawatirannya tentang adanya orang yang mengadu domba sehingga terjadi salah paham. Ia meyakinkan bahwa Andri adalah pilihan terbaik untuk posisi Manajer Umum. Direktur Utama, Bu Elly, meminta Devi menyuruh Andri mempersiapkan diri dengan baik untuk acara perayaan malam itu, karena nanti dia akan tahu. Devi kemudian memberi tahu Andri bahwa jabatan itu akan menjadi miliknya. Andri bersyukur kepada Devi dan mengungkapkan perasaannya yang tak pernah berubah. Sementara itu, Bu Vera memberi instruksi untuk memastikan kehadirannya di pesta dan bertekad untuk membuat Andri mengenali posisinya sendiri.
Pada pesta perayaan perusahaan yang lebih meriah dari tahun sebelumnya, para karyawan berspekulasi bahwa Direktur Utama Grup Trisno yang telah menghilang selama tujuh tahun akan kembali. Andri, seorang pria yang akan dipromosikan, mendapat ucapan selamat. Namun, di tengah kemeriahan, istrinya Vera secara pribadi mengungkapkan kekhawatirannya: apakah Andri akan meninggalkannya setelah bersandar pada Direktur Utama nanti. Andri menenangkannya dengan mengatakan kesuksesannya berkat dukungan Vera dari belakang, sementara Vera membalas bahwa ia bukan ibu rumah tangga yang akan menempel terus. Di tempat lain, Vera sedang bersiap untuk pesta ulang tahun dan berniat menemui mantan suaminya. Rekan kerja Andri membicarakan sifat pemarah Vera yang dianggap bisa mengacaukan pekerjaan Andri, sambil membandingkannya dengan Direktur Utama perempuan yang misterius. Andri, yang mendengar semua ini, bertekad untuk tampil baik hari ini, sambil memikirkan sosok Direktur Utama yang akan kembali dan membayangkan bagaimana caranya mendekatinya.