Melani menghadapi konfrontasi sengit dengan ayah dan Siska setelah memukul adiknya yang menjenguk. Ayah menegaskan pernikahan Melani dengan Aska harus tetap berjalan karena keuntungan keluarga Manola, meski Melani dianggap merusak hubungan tersebut dan hampir membahayakan Aska. Perdebatan memuncak saat Melani menuntut hak atas perusahaan Grup Sanjaya yang diwariskan dari ibunya, menolak manipulasi keluarga. Ia kemudian memberi ultimatum agar Siska keluar dari perusahaan dalam lima hari, menegaskan bahwa pengambilalihan hanya bisa terjadi setelah menikah. Konflik keluarga dan bisnis semakin rumit tanpa penyelesaian jelas.