Carissa menghadapi tekanan di tempat kerja saat perusahaan Naomi mengundangnya untuk menandatangani kontrak penting di tengah persiapan kunjungan Perdana Menteri ke Grup Yasin. Ia marah kepada stafnya yang terus memanggilnya dengan sebutan yang tidak disuka dan menegur mereka agar mematikan ponsel selama jam kerja. Dalam suasana tegang, Carissa mendapat telepon dari neneknya yang datang dengan sikap lugas dan sedikit sarkastik. Saat itu, Carissa juga kesulitan membuka jendela yang terkunci, menambah rasa frustrasi. Episode berakhir dengan ketegangan yang belum terpecahkan antara Carissa dan stafnya, serta perhatian pada kedatangan nenek tersebut.