Karina terbangun mendadak ketika pelayan membangunkannya: Tuan Davin sudah datang langsung untuk menemuinya. Ibunya mengomel soal penampilan dan memaksa Karina cepat ganti baju sebelum turun. Davin duduk menunggu di ruang tamu; para pelayan mencatat bahunya yang besar dan matanya yang sembap, seperti habis menangis semalaman. Di antara kekacauan, seseorang mengenali sebuah gelang sebagai edisi terbatas untuk merayakan satu tahun debutnya. Tekanan meningkat karena Karina harus segera tampil rapi, sedangkan alasan kedatangan Davin dan makna gelang itu belum jelas, menempatkan pertemuan yang menunggu sebagai titik balik.