Zico dan Zia, anak kembar bermata dua warna, menghadapi ejekan teman-teman yang menyebut mereka anak tanpa ayah. Ibu mereka, Bu Weni, mencoba menguatkan mereka sambil memeriksakan kondisi mata keduanya, yang ternyata sehat dan mungkin diwarisi dari ayah mereka yang sedang sibuk dan jarang pulang. Di sisi lain, Mark yang berusia 31 tahun mendapat tekanan keluarga karena belum memiliki anak dan menunda perjodohan. Saat ia menyelidiki sebuah hotel, dibahas juga ide mengadakan acara amal untuk menarik perhatian Mark agar berubah keputusan, menghadirkan anak-anak pintar dan berprestasi sebagai upaya membantu masalah keturunan keluarga. Episode ini berakhir dengan persiapan acara yang mengarah pada keputusan penting berikutnya.