Arga marah setelah seseorang menyinggung istrinya yang bisu dan menampar orang itu sebagai peringatan. Meski emosi memuncak, ia bertekad tetap melindungi istrinya dan tidak akan membiarkan penghinaan terulang. Di sisi lain, Arga menyerahkan semua tabungan mereka kepada seseorang yang menghargai lukisan dan berjanji akan terus melukis untuk menghasilkan uang sendiri. Ia menolak bantuan dan menegaskan tekadnya menjadi mandiri, menandai perubahan sikap yang menunjukkan keputusan baru yang belum selesai akibatnya.