Dalam jamuan amal yang dihadiri tokoh penting dunia tari, muncul ketegangan saat seorang penari bernama Nana, yang dikenal menyebarkan hoaks dan merusak reputasi rekan sejawatnya, menjadi pusat perhatian. Meskipun acara seharusnya bersifat positif, isu perilaku buruk Nana memicu kritik keras dan keputusan penting: Ketua Asosiasi Tari Nasional, Pak Zaki, secara resmi mencabut keanggotaan Nana dan melarang seluruh tim nasional bekerja sama dengannya. Sementara itu, konflik pribadi juga terpampang, dengan Nana mendesak untuk bercerai dari Hansen, pemimpin yang juga membagikan posisi penari utama kepada Yuna, yang dipandang lebih pantas. Keputusan pencabutan tersebut meninggalkan ketegangan tinggi dan konsekuensi sulit bagi Nana.