Seorang ular jantan menetas dalam suku yang hanya beranggotakan ular betina dan langsung dicap sebagai 'sampah' tanpa garis keturunan. Harita hendak memakan ular tersebut karena dianggap hina dan bisa mempermalukan klan jika identitasnya tersebar. Namun, Sweta mempertahankan ular jantan itu, menghadapi penolakan dari anggota lainnya. Ketegangan meningkat ketika sistem Evolusi Pemangsa diaktifkan, menandai bahwa ular jantan tersebut memiliki potensi keinginan untuk menjadi lebih kuat, membuka babak baru dalam konflik di suku ular ini.
Episode ini menampilkan seorang ular muda yang berusaha berevolusi dengan mengumpulkan Poin Evolusi melalui sistem berburu makhluk kuat dan harta surgawi. Saat ia mencoba makan persediaan yang dibawa oleh kakaknya untuk Ujian Ibu Ular, ia diusir oleh anggota klan yang lain karena hanya mereka yang berhak mengikuti ujian. Terungkap bahwa klan Ular Bermata Hijau menghadapi ancaman pemusnahan bagi anggota yang gagal ujian dalam tiga hari mendatang, sementara gunung tempat mereka tinggal telah disegel sehingga mereka tidak bisa kabur. Tekanan ujian membuat sang ular bergantung pada sistemnya untuk bertahan dan naik tingkat, menyiapkan ketegangan menjelang hari ujian.
Seorang host yang memakan Monster Iblis level 1, Serigala Angin, mendapatkan 10 Poin Evolusi dan menggunakan poin tersebut untuk naik ke Monster Iblis tingkat 1. Merasa kuat dengan kekuatan barunya, ia tetap waspada saat bertemu Elang Iblis yang merupakan monster tingkat tinggi, menyadari kekurangannya. Ketika sebuah pertarungan sengit antara monster terjadi, ia melihat peluang untuk memanfaatkan situasi. Namun, duel tersebut justru berakhir dengan kematian kedua monster, meninggalkan ketidakpastian tentang konsekuensi berikutnya bagi host.
Host berhasil memangsa monster iblis tingkat 3, Lipan Beracun, dan memperoleh 30 Poin Evolusi serta bakat Taring Beracun. Selanjutnya, Host juga memburu Kura-Kura Berduri, mendapatkan 33 Poin Evolusi dan bakat Tubuh Zirah. Dengan menggunakan poin yang terkumpul, Host naik ke tingkat 3 dan mengalami transformasi menjadi Ular Zirah Bercorak, merasakan peningkatan kekuatan yang signifikan. Ketika ia sedang menyesuaikan diri dengan kekuatan barunya, suara teriakan minta tolong terdengar, memicu perhatian Host dan menimbulkan ketegangan akan ancaman baru yang akan dihadapi.
Seorang pria bertemu dengan tiga gadis ular yang memiliki bahan obat langka dan mengancam akan mengambilnya dengan kekerasan. Gadis ular itu menolak menyerah dan menantang pria tersebut, tetapi ia menunjukkan kekuatannya yang jauh lebih unggul. Ketika pria itu ingin membunuh mereka, tiba-tiba seorang senior dari Klan Ular mata hijau muncul dan menyelamatkan tiga gadis tersebut. Mereka kagum pada kekuatan senior itu, yang ternyata adalah seseorang yang dahulu mereka remehkan karena darah keturunannya, namun kini telah berevolusi dengan sangat cepat. Konflik berakhir dengan ketegangan terkait perubahan status senior itu dan hubungan masa lalu mereka.
Seorang pria bernama Dasa muncul setelah menyelamatkan beberapa orang, namun tanpa niat membantu lebih lanjut, dia berniat pergi setelah mencium aroma bahan obat. Dia kemudian mengonsumsi bahan obat berusia 100 tahun dalam jumlah banyak, yang memberinya 200 Poin Evolusi dan memungkinkan dia naik tingkat hingga Ranah Prajurit Iblis. Proses evolusi garis keturunan dimulai, dan Dasa membangkitkan garis keturunan legendaris Ular Terbang yang memiliki sayap air dan api. Di akhir episode, sosok wanita memperingatkan akan menguji kekuatan anak-anaknya, menimbulkan ketegangan baru.
Ujian Ibu Ular dimulai dengan ketegangan saat anggota Klan Ular Bermata Hijau menghadapi aura mengerikan Ibu Ular. Dasa yang masih hidup membantah tuduhan bahwa dia tidak berubah dan memperlihatkan dirinya telah mencapai tingkat Prajurit Iblis, meski diragukan oleh yang lain. Beberapa anggota klan menyatakan kecewa terhadap pimpinan mereka, Sweta, yang dianggap terlalu baik dan lemah sehingga membuat klan kehilangan rasa hormat. Saat ujian resmi dimulai, Ibu Ular memerintahkan anak-anak klan untuk menunjukkan kekuatan mereka, memicu tekanan dan risiko kematian yang nyata. Konflik dan keputusan ini membuka jalan bagi ujian yang semakin menentukan nasib mereka.
Episode ini dimulai dengan karakter yang menjalani ujian berat dan merasa senang bisa bertahan lebih lama dari yang lain. Mereka mendapatkan hadiah berupa Inti Wilayah dengan tingkat yang berbeda-beda untuk klan masing-masing. Host berhasil mendapatkan wilayah klan sendiri sebagai penghargaan naik ranah dari sistem. Namun, situasi memanas saat sekelompok orang menuntut agar Inti Wilayah tersebut diserahkan dan menawarkan kesempatan bergabung dengan klan mereka, yang ditolak dengan keras. Konflik berujung pada ketegangan tinggi karena upaya pengambilalihan hadiah sistem yang baru diperoleh.
Di episode ini, ketegangan muncul saat klan ular menghadapi aturan kasta yang ketat, di mana garis keturunan tinggi dapat memperbudak yang lebih rendah. Sweta, yang memiliki garis keturunan misterius tingkat tengah, berseteru dengan anggota klan lain yang ingin menjajah wilayah mereka. Konflik memuncak saat klan Sisik Merah meminta agar Klan Ular Bermata Hijau menjadi budak mereka, dan Sweta didesak untuk menyerahkan Inti Wilayah dan mengusir ular jantan. Namun, sebuah pengungkapan penting muncul ketika garis keturunan Dasa terungkap sebagai Ular Terbang tingkat Langit, mengubah dinamika kekuasaan secara drastis dan meninggalkan ketegangan menggantung yang menunggu tindak lanjut.
Yudi terbangun sebagai bayi ular yang lemah dan diabaikan, namun mendapat sistem evolusi pemangsa yang menjadikannya tumbuh pesat. Dari ular kecil di Pegunungan Waskita, Yudi memangsa makhluk iblis, memurnikan api roh, dan membangkitkan garis keturunan Ular Terbang. Ia bangkit, melindungi klan Ular Bermata Hijau, bertarung di Turnamen Naga Terpendam, dan meraih keberuntungan langka. Dengan tekad kuat, Yudi menembus Ranah Raja Iblis dan bahkan memakan sang Ibu Ular. Dari titik nol, ia berevolusi menjadi Naga Badai, mematahkan batas garis keturunan, serta memulai perjalanan menuju puncak kekuatan di dunia purba.