Seorang wanita bernama Sinta bertemu mantannya, Hardian Gutawa, di kantor polisi setelah dituduh sebagai pelakor oleh istri pria lain. Di ruang interogasi, Sinta membantah tuduhan dan menjelaskan bahwa justru suami wanita itulah yang melecehkannya. Hardian, yang ternyata polisi yang bertugas, berusaha menangani konflik ini secara profesional. Namun, interaksi mereka mengungkap masa lalu mereka sebagai mantan kekasih yang pernah putus karena ketidaksetaraan keluarga. Sementara ketegangan kasus saat ini belum terselesaikan, perbincangan mereka mulai mengungkap luka lama yang belum sembuh.
Seorang wanita bernama Sinta bertemu dengan Hardian, pria yang pernah kecelakaan saat mengejarnya lima tahun lalu hingga lengannya cedera. Luka itu membuat Hardian gagal menjadi perwira pasukan khusus dan kini hanya menjadi penjaga pos polisi. Hardian menolak jalur hukum terhadap pelaku kecelakaan karena dia adalah istri bosnya, menyebutnya hanya salah paham. Saat Hardian akan pergi, seorang pria lain bernama Johan bertanya apakah dia akan menjemput kakak iparnya, mengungkapkan bahwa Hardian ternyata sudah menikah. Sinta yang terkejut menanyakannya langsung, namun Hardian menolak untuk membahasnya lebih lanjut.
Saat seorang wanita bernama Aya bertanya kepada Sinta apakah dia melihat Hardian, Sinta mengonfirmasi bahwa dia memang ada di sini dan menyebutkan bahwa Hardian sudah menikah. Aya berusaha menerima fakta itu dengan berkata bahwa wajar jika seseorang yang hampir 30 sudah menikah. Sinta kemudian menawarkan Aya pekerjaan bernyanyi di sebuah pernikahan dengan bayaran 400 juta rupiah, yang langsung diterima Aya. Di balik keputusannya, terungkap bahwa Aya sedang berjuang melawan kanker darah dan sangat membutuhkan uang untuk bertahan hidup. Setelah menerima tawaran itu, Aya minta diantar pulang untuk berganti pakaian, meninggalkan rasa penasaran tentang perjumpaannya dengan Hardian dan tantangan baru yang akan dihadapinya.
Episode ini dibuka dengan persiapan teknis untuk pernikahan Wanda dan Hardian. Hardian merasa terkejut ketika menyadari rute pernikahan mereka adalah rute lamaran dan rencana bulan madu mereka dulu. Ibu Wanda kemudian memanggil mereka ke ruang istirahat dan secara langsung menyerang Hardian. Dia menuduhnya sebagai anak pembantu yang telah merebut hidup putrinya selama 22 tahun dan bukannya menebus kesalahan malah berani merusak pernikahan Wanda. Konflik lama yang tersembunyi tiba-tiba terbuka, mengancam pernikahan yang sedang dipersiapkan.
Saat tak sengaja terjebak dalam insiden yang memalukan, Sinta kembali berhadapan dengan Hardian, cinta pertamanya lima tahun lalu. Sayangnya, pertemuan dua mantan kekasih ini tak lagi menyisakan kemesraan, melainkan jarak sedingin es—membangkitkan kembali semua penyesalan dari masa lalu.
Saat tak sengaja terjebak dalam insiden yang memalukan, Sinta kembali berhadapan dengan Hardian, cinta pertamanya lima tahun lalu. Sayangnya, pertemuan dua mantan kekasih ini tak lagi menyisakan kemesraan, melainkan jarak sedingin es—membangkitkan kembali semua penyesalan dari masa lalu.
Saat tak sengaja terjebak dalam insiden yang memalukan, Sinta kembali berhadapan dengan Hardian, cinta pertamanya lima tahun lalu. Sayangnya, pertemuan dua mantan kekasih ini tak lagi menyisakan kemesraan, melainkan jarak sedingin es—membangkitkan kembali semua penyesalan dari masa lalu.
Saat tak sengaja terjebak dalam insiden yang memalukan, Sinta kembali berhadapan dengan Hardian, cinta pertamanya lima tahun lalu. Sayangnya, pertemuan dua mantan kekasih ini tak lagi menyisakan kemesraan, melainkan jarak sedingin es—membangkitkan kembali semua penyesalan dari masa lalu.
Saat tak sengaja terjebak dalam insiden yang memalukan, Sinta kembali berhadapan dengan Hardian, cinta pertamanya lima tahun lalu. Sayangnya, pertemuan dua mantan kekasih ini tak lagi menyisakan kemesraan, melainkan jarak sedingin es—membangkitkan kembali semua penyesalan dari masa lalu.
Saat tak sengaja terjebak dalam insiden yang memalukan, Sinta kembali berhadapan dengan Hardian, cinta pertamanya lima tahun lalu. Sayangnya, pertemuan dua mantan kekasih ini tak lagi menyisakan kemesraan, melainkan jarak sedingin es—membangkitkan kembali semua penyesalan dari masa lalu.