Anna terbangun dengan perasaan hidup kembali dan harus memilih berpihak pada Ibu di Keluarga Fudin atau Ayah dan Kakaknya di Keluarga Tansil. Ia memilih ikut Ibu, meski Ayah mengecamnya sebagai matre dan tidak tahu budi. Konflik keluarga memuncak saat Ayah berniat membawa Anna pergi dan memutus hubungannya dengan keluarga Tansil. Sementara itu, anggota keluarga Tansil meragukan niat Anna, menudingnya hanya ingin hidup enak. Ketegangan meningkat dengan ancaman perpecahan dan kesetiaan yang diuji, meninggalkan masa depan Anna yang belum pasti di antara dua keluarga besar.