Seorang anak perempuan mengalami perlakuan tidak adil di sekolah saat beberapa teman diam-diam memasukkan sesuatu ke dalam tasnya tanpa alasan jelas. Bahkan guru, termasuk Bu Yoana, menolak membantunya dan menganggapnya sebagai beban. Anak itu menghadapi tekanan dari lingkungan sekolah yang tidak menyukainya, hingga ada yang berkata, "Anak yang nggak disukai perlu diberi pelajaran." Ketika ia berusaha melepaskan sesuatu yang mengganggunya, ada penolakan keras yang memperparah situasi. Konflik ini meninggalkan ketegangan tentang apa konsekuensi berikutnya bagi anak tersebut.