Seorang pria datang mencari istrinya di tengah kerumunan orang yang sedang latihan senjata. Ia menantang dengan menunjukkan kehebatannya, namun gagal dalam beberapa aksi dan dinilai kurang kejam untuk belajar jurus pembantaian oleh sang guru. Seseorang mengkritik pria itu sambil mengenang insiden ketika pria itu menyiram kopi, yang menyelamatkannya dari amukan jurus penghancur. Ketegangan berlanjut dengan pria tersebut memilih untuk mandi guna menghilangkan sial, sementara wanita lain membantu temannya mandi dan mengeluhkan rasa sakit saat berusaha menjangkau belakang tubuhnya, menandakan adanya luka atau kelelahan. Episode ditutup dengan suasana yang masih belum jelas dan ketidakpastian soal penerimaan pria itu sebagai murid.