Rio menghadapi kenyataan bahwa beras di rumahnya habis dan memperoleh kabar dari pemerintah bahwa wajib militer kini mengharuskan peserta untuk mendapatkan istri yang diberikan negara. Sebagai penjelajah waktu yang datang ke dunia penuh perang dan kelaparan dengan sisa umur hanya satu tahun, Rio mulai mempertimbangkan pernikahan sebagai jalan untuk bertahan hidup. Sementara itu, teman Rio menyemangatinya bahwa menikah sekarang juga memberi hak mendapatkan jatah makanan selama sebulan. Meski berat menerima perubahan ini, Rio mulai menunjukkan tekad menghadapi konsekuensi wajib militer dan dilema memilih pasangan dalam kondisi genting ini.