Di dunia di mana wanita menguasai dan pria menjadi pelayan iblis, seorang wanita tiba-tiba terlempar ke dalam game sebagai Lili Kalandra, karakter antagonis dengan level kendali iblis terendah. Dia menghadapi kontrak dengan empat pelayan iblis yang mulai membencinya, termasuk Julian yang dijual ke arena dan berstatus nyaris memberontak. Sistem melaporkan bahwa jika kebencian mencapai puncak, pelayan akan membunuh tuannya. Lili harus mengubah kebencian menjadi rasa suka agar bisa bertahan dan menyelamatkan Julian. Episode ini berakhir dengan ketegangan tinggi saat dia bertekad menaklukkan iblis sendiri demi hidupnya.
Dalam episode ini, sang wanita yang baru saja menjadi master memutuskan untuk menyelamatkan Julian yang terancam di arena berbahaya, meski para pelayan meragukannya. Dia mengumpulkan 10 ribu koin dan memerintahkan agar Leon tetap tinggal untuk menyembuhkan Julian dengan darah murninya, meski penyembuhan itu menguras tenaga. Leon, yang dulunya budak dan kini pelayan kelinci, mulai bisa berbicara setelah lidahnya dipotong oleh pemilik aslinya. Sang master menunjukkan sisi perhatian dengan merawatnya, membangkitkan harapan baru sambil berjanji membebaskan para pelayan jika misinya berhasil, meninggalkan keputusan besar yang belum tuntas.
Episode ini dimulai dengan peningkatan level pengendalian iblis bagi Nona dan pelayan iblisnya, yang memicu persaingan sengit dalam keluarga bangsawan. Lili, sang antagonis, meledek Nona dan keluarganya, memunculkan ketegangan soal status dan kekuatan di antara mereka. Keluarga itu mengumumkan Ujian Pengendalian Iblis yang menentukan hak waris gelar bangsawan, mengancam posisi Nona jika gagal. Dalam persiapan menghadapi uji, Nona menghadapi bahaya dari iblis liar di arena. Disebutkan pula resonansi iblis ular raksasa yang muncul mengejutkan, menjadi ancaman utama, terutama bagi Julian, pelayan iblis yang diincar kematiannya. Ketegangan memuncak menjelang ujian yang akan menentukan nasib gelar dan kekuasaan.
Episode ini dimulai saat seseorang menawarkan bantuan menjaga pintu Raja Iblis untuk menggantikan Lili yang kelelahan. Julian, mantan raja arena yang kini menjadi tahanan, muncul saat Lili berusaha mengingat masa lalunya. Ia mengungkapkan pengkhianatan wakilnya yang menggulingkannya dan menjadikan Julian sebagai mainan dalam kontrak iblis. Julian menuduh Lili telah menjualnya pada pengkhianat, menimbulkan konflik batin saat Lili memutuskan untuk mengakhiri kebenciannya dengan membunuh Julian sendiri. Episode berakhir dengan peringatan bahwa nyawa sang Nona terancam, meninggalkan ketegangan yang belum terselesaikan.
Dalam episode ini, Julian hampir mati akibat serangan seseorang yang sangat berbahaya, namun dia berhasil dikendalikan oleh Masternya melalui sihir pengendalian. Mereka berdiskusi tentang kontrak mereka yang mengikat hidup dan mati; Master menawarkan untuk membatalkan kontrak tersebut agar Julian bisa membalas dendam pada wakil yang mengkhianatinya, dengan syarat Julian harus ikut melewati Ujian Pengendalian Iblis dan dijaga sampai pukul 8 malam. Julian setuju, meskipun Master tetap ingin mempertahankan kontrol penuh atasnya. Episode diakhiri dengan persiapan mereka menghadapi ujian tersebut, sementara di sisi lain, fragmentasi masalah terkait kelinci dan tahanan menambah ancaman yang belum terpecahkan.
Julian menghadapi pengejaran pasukan setelah mencoba kabur karena masa lalunya yang rumit dan keterlibatannya dalam perebutan takhta. Meski lukanya belum sembuh, dia bertahan melawan kelompok yang ingin membunuhnya demi hadiah. Seorang pria mengancam nyawanya, menyatakan akan mengambil hidup Julian malam itu, namun Julian menantang balik. Konflik memuncak saat Julian terpaksa memilih tetap melindungi orang penting baginya meski berisiko nyawanya, sementara ancaman penyembuhan Kontrak Darah diperkenalkan sebagai pertaruhan berikutnya. Ketegangan tersebut membuka babak baru dalam usaha bertahan hidup Julian.
Episode dimulai dengan pelayan yang lukanya berhasil sembuh total berkat kemampuan Penyembuhan Kontrak Darah sang Raja Iblis, yang kini menguasai 50% kekuatannya. Raja Iblis memanggil Yema untuk membantunya dalam situasi genting, sementara mantan pengikut raja yang terguling menghadapi penindasan. Saat mereka bersiap pergi, pelayan menolak diserahkan kepada Enzo, yang dikenal membencinya. Setelah dibantu memulihkan kekuatan, pelayan mendapat ampunan dan diminta pergi. Di akhir episode, pelayan menyadari ketergantungannya pada bantuan dan menghadapi ketidakpastian setelah majikannya tidak kunjung kembali.
Di episode ini, Lili menghadapi tuduhan pengkhianatan karena meninggalkan ujian untuk menyelamatkan seseorang, sehingga haknya dicabut. Sementara itu, pelayan iblisnya terancam diambil paksa oleh Nona Viana yang menginginkan tubuhnya dan menggunakan status pelayan kelas 2 sebagai ancaman. Pelayan itu mulai meragukan kesetiaan dan niat baik Lili setelah mengalami pengkhianatan dan tekanan dari lawan. Namun, tepat saat situasi memuncak dan Lili dicopot dari kedudukan, Lili muncul kembali secara tiba-tiba, menunjukkan tekad untuk melindungi pelayannya dan membalikkan keadaan. Konflik kekuasaan dan loyalitas berlanjut dengan ketegangan tinggi.
Luna, karyawan kantor yang kecanduan sebuah game kencan, terseret ke dalam dunia permainan itu dan terlahir kembali sebagai Lili, tokoh antagonis yang dikenal suka menyiksa para pelayan. Dalam tubuh baru, kenangan dan naluri antagonis bercampur dengan ketakutannya: akhir cerita menuliskan bahwa Lili akan dibunuh oleh pelayannya sendiri. Sistem dalam game lalu aktif, memberi ultimatum: kurangi 'nilai kebencian' dengan menaklukkan para pelayan iblis, atau hadapi kematian yang sudah menunggu. Kini Luna harus mengendalikan tokoh yang dibencinya, menyeimbangkan manipulasi dan penyesalan, serta menemukan cara bertahan sebelum tamatnya nasib tragis. Ketegangan memuncak saat setiap tindakan bisa menurunkan atau menambah kebencian, dan waktu terus mengejar.
Luna, karyawan kantor yang kecanduan sebuah game kencan, terseret ke dalam dunia permainan itu dan terlahir kembali sebagai Lili, tokoh antagonis yang dikenal suka menyiksa para pelayan. Dalam tubuh baru, kenangan dan naluri antagonis bercampur dengan ketakutannya: akhir cerita menuliskan bahwa Lili akan dibunuh oleh pelayannya sendiri. Sistem dalam game lalu aktif, memberi ultimatum: kurangi 'nilai kebencian' dengan menaklukkan para pelayan iblis, atau hadapi kematian yang sudah menunggu. Kini Luna harus mengendalikan tokoh yang dibencinya, menyeimbangkan manipulasi dan penyesalan, serta menemukan cara bertahan sebelum tamatnya nasib tragis. Ketegangan memuncak saat setiap tindakan bisa menurunkan atau menambah kebencian, dan waktu terus mengejar.