Dalam sebuah pertarungan, Thesa yang sebelumnya diremehkan berhasil mengalahkan Bara dengan lebih cepat. Pencapaian ini memicu kecurigaan di antara anggota Keluarga Krisma, yang menuduhnya curang atau menyembunyikan kekuatan. Thesa bersikeras bahwa ia berhasil mempertahankan liontin dewa iblis peninggalan ayahnya. Namun, para tetua keluarga menolak memberikannya, beralasan liontin itu terlalu berharga dan berbahaya untuk disimpan oleh seorang wanita. Mereka memberi ultimatum: Thesa harus mengalahkan Bara sekali lagi dalam pertarungan hidup dan mati untuk membuktikan kemampuannya menjaga pusaka tersebut, meskipun tubuhnya masih terluka. Thesa menolak menyerah dan menerima tantangan itu, sementara seorang pengamat mengkritik keputusan tetua yang dianggap mengirimnya pada kematian.