Lingga kembali menghadapi penghakiman keras dari ayah tirinya setelah menolak meminta maaf kepada Juan, yang telah memintanya dipukul. Dia merasa tidak adil karena selalu dihukum sendiri sementara Juan dibiarkan bebas meskipun salah bersama. Lingga memutuskan pergi dari keluarga Liniar akibat rasa tidak diterima dan pilih kasih yang dirasakannya. Kakaknya mencoba menenangkan dengan mengatakan bahwa sikap ayah dan kakak tiri sulit diubah, tapi Lingga tetap merasa tertindas. Ketegangan memuncak ketika kakak tirinya membandingkan Lingga dengan Juan secara merendahkan dan mengancam akan memukulnya jika menyela, meninggalkan konflik keluarga yang belum selesai.